Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 11:05 WIB | Oleh:
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka Doc: Dok. Istimewa

TANGERANG — Menyusul dibukanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, serta Husein Sastranegara, kini Bandara Radin Inten II dan empat bandar udara lainnya dibuka untuk beroperasi kembali. Dengan ini setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, maka semua bandara resmi dibuka.

"Bandara Radin Inten II kembali beroperasi berdasarkan NOTAM B1159/26 yang berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB pada 8 September 2026. Dalam NOTAM tersebut dinyatakan AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS," kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro dalam keterangan resmi, Selasa (8/9).

Selain Bandara Radin Inten II, empat bandar udara lainnya juga kembali beroperasi berdasarkan pembaruan NOTAM, yaitu:

• ⁠Bandar Udara Radin Inten II (WILL) — NOTAM B1159/26, berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
• Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) — NOTAM C1136/26, berlaku mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
• Bandar Udara Budiarto (WIRR) — NOTAM C1131/26, berlaku mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
• Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) — NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
• Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) — NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

"Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan. Pilot juga diingatkan untuk tetap berhati-hati selama proses kedatangan dan keberangkatan," kata Hermana.

Penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan, sehingga berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi.

Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan," tutup Hermana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kerusuhan Pecah di Milan, T...
Ekonomi
Rupiah Dibayangi Gejolak MS...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.