Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 07:33 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
DELI SERDANG – Masyarakat Deli Serdang, Sumut, cukup kreatif dalam mengembangkan industri jamur. Pemanfaatan peralatan berbasis listrik mulai diterapkan dalam budidaya dan pengolahan jamur tiram oleh lima kelompok masyarakat di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk memperkuat kegiatan usaha produktif.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara Rizky Mochamad di Medan, Senin, mengatakan pemanfaatan listrik tersebut diterapkan dalam sejumlah tahapan produksi, terutama pengolahan media tanam hingga pembuatan baglog jamur.
"Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan listrik sebagai penggerak kegiatan ekonomi produktif masyarakat," ujar Rizky.
Menurut dia, penggunaan mesin pengaduk media tanam dan mesin pengepres baglog membantu kelompok masyarakat menjalankan proses produksi secara lebih cepat, efisien, higienis, dan konsisten.
Selain peralatan berbasis listrik, kelompok masyarakat memperoleh sarana produksi berupa kumbung jamur, rak budidaya, dan baglog untuk menunjang pengembangan budidaya jamur tiram.
Program elektrifikasi produktif tersebut melibatkan lima kelompok masyarakat, yakni Kampung Jamur Mencirim, Kelompok Sukamaju, Teman Setia Jamur, Alam Tani, dan Sukses Tani.
Rizky mengatakan penguatan usaha tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana produksi. Kelompok penerima manfaat juga memperoleh pembekalan mengenai pemberdayaan masyarakat, manajemen budidaya jamur tiram, serta pengelolaan pemasaran hasil produksi.
Pendampingan tersebut, menurut dia, diperlukan agar kelompok mampu mengelola kegiatan produksi sekaligus mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Karena itu, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari penyaluran sarana dan peralatan, tetapi juga kemampuan kelompok penerima manfaat untuk mempertahankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
"Kami berharap program tersebut dapat tumbuh menjadi usaha bersama yang mandiri, membuka peluang kerja, dan menghasilkan produk jamur tiram yang berdaya saing," katanya.
Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu mengatakan penggunaan sarana budidaya, baglog, dan peralatan berbasis listrik membantu masyarakat menjalankan tahapan produksi secara lebih cepat, efisien, dan terarah.
Menurut Johan, pelatihan dan pendampingan yang menyertai pemanfaatan peralatan tersebut juga memberikan pengetahuan kepada kelompok masyarakat mengenai pengelolaan budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
"Pelatihan dan pendampingan yang diberikan turut menambah pengetahuan kelompok dalam mengelola budidaya hingga memasarkan hasil produksi," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!