Terkait Erupsi Gunung Api: Apa Perbedaan Magma, Lahar, dan Lava
📅 Senin, 07 Sep 2026, 21:06 WIB | Oleh: Muhammad Ihsan Karim
Doc: Istimewa
JAKARTA: Saat fenomena erupsi gunung berapi diberitakan di media, istilah magma, lava, dan lahar, sangat sering diucapkan secara bergantian.
Banyak orang mengira ketiganya adalah barang yang sama hanya karena sama-sama berbahaya dan berasal dari gunung meletus. Padahal, meski ketiganya berasal dari rantai proses vulkanik yang sama, wujud, lokasi, dan karakteristiknya ternyata berbeda jauh.
Agar kamu tidak keliru lagi, simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan ketiganya di bawah ini. Kami kutip dari Genvoice dari artikel tentang Apa Perbedaan Magma, Lava, dan Lahar, berikut kami rangkumkan untuk anda.
Magma adalah:
Cairan Pijar yang Berada di Dalam Perut Bumi
Magma adalah induk dari segala material vulkanik. Magma merupakan lelehan batuan cair bersuhu ekstrem antara 700 derajat celcius hingga 1.300 derajat celcius yang mengendap jauh di dalam kerak bumi (dapur magma). Selama batuan cair ini masih terperangkap di bawah tanah dan belum menyentuh permukaan, ia akan selalu dinamai sebagai magma.
Lava adalah:
Lelehan Magma yang Berhasil Keluar ke Permukaan
Begitu tekanan gas mendobrak kawah dan membuat magma menyembur keluar menyentuh udara luar, namanya seketika berubah menjadi lava. Lava yang mengalir di lereng gunung biasanya berwarna merah keemasan dan sangat panas. Seiring berjalannya waktu dan penurunan suhu, aliran lava ini akan mengeras dan berubah menjadi batuan padat.
Lahar adalah:
Aliran Bahaya yang Sudah Bercampur dengan Air
Berbeda dari magma dan lava yang murni lelehan batuan panas, lahar adalah hasil percampuran antara material letusan (abu, pasir, dan batu) dengan air.
Lahar terbagi menjadi dua jenis, yaitu Lahar Panas yang terjadi saat erupsi mengenai danau kawah, serta Lahar Dingin (lahar hujan) yang timbul ketika tumpukan abu vulkanik di puncak tersapu oleh hujan deras hingga membentuk banjir lumpur pekat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!