Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terkait Erupsi Gunung Api: Apa Perbedaan Magma, Lahar, dan Lava

24 Senin, 07 Sep 2026, 21:06 WIB | Oleh:
Terkait Erupsi Gunung Api: Apa Perbedaan Magma, Lahar, dan Lava Terkait Erupsi Gunung Api: Apa Perbedaan Magma, Lahar, dan Lava Doc: Istimewa

JAKARTA: Saat fenomena erupsi gunung berapi diberitakan di media, istilah magma, lava, dan lahar, sangat sering diucapkan secara bergantian.

Banyak orang mengira ketiganya adalah barang yang sama hanya karena sama-sama berbahaya dan berasal dari gunung meletus. Padahal, meski ketiganya berasal dari rantai proses vulkanik yang sama, wujud, lokasi, dan karakteristiknya ternyata berbeda jauh.

Agar kamu tidak keliru lagi, simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan ketiganya di bawah ini. Kami kutip dari Genvoice dari artikel tentang Apa Perbedaan Magma, Lava, dan Lahar, berikut kami rangkumkan untuk anda.

Magma adalah:

Cairan Pijar yang Berada di Dalam Perut Bumi

Magma adalah induk dari segala material vulkanik. Magma merupakan lelehan batuan cair bersuhu ekstrem antara 700 derajat celcius hingga 1.300 derajat celcius yang mengendap jauh di dalam kerak bumi (dapur magma). Selama batuan cair ini masih terperangkap di bawah tanah dan belum menyentuh permukaan, ia akan selalu dinamai sebagai magma.

Lava adalah: 

Lelehan Magma yang Berhasil Keluar ke Permukaan

Begitu tekanan gas mendobrak kawah dan membuat magma menyembur keluar menyentuh udara luar, namanya seketika berubah menjadi lava. Lava yang mengalir di lereng gunung biasanya berwarna merah keemasan dan sangat panas. Seiring berjalannya waktu dan penurunan suhu, aliran lava ini akan mengeras dan berubah menjadi batuan padat.

Lahar adalah:

Aliran Bahaya yang Sudah Bercampur dengan Air

Berbeda dari magma dan lava yang murni lelehan batuan panas, lahar adalah hasil percampuran antara material letusan (abu, pasir, dan batu) dengan air.

Lahar terbagi menjadi dua jenis, yaitu Lahar Panas yang terjadi saat erupsi mengenai danau kawah, serta Lahar Dingin (lahar hujan) yang timbul ketika tumpukan abu vulkanik di puncak tersapu oleh hujan deras hingga membentuk banjir lumpur pekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.