Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Tertibkan 25 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara Berbatasan Filipina.

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 18:31 WIB | Oleh:
KKP Tertibkan 25 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara Berbatasan Filipina. Doc: Antara Foto
Ket. Penertiban Rumpon ilegal yang tidak memiliki izin di perairan Maluku Utara, termasuk wilayah yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menertibkan 25 unit rumpon ilegal yang tidak memiliki izin di perairan Maluku Utara yang berbatasan dengan Filipina.

Dalam siaran pers resmi di Jakarta, Selasa, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono mengatakan penertiban rumpon ilegal tersebut dilakukan bersamaan dengan operasi penangkapan satu kapal ikan asing (KIA) asal Filipina di perairan Sulawesi.

Dalam operasi tersebut, KKP mengerahkan Kapal Pengawas Orca 01, Orca 05, dan Hiu 13 untuk mengangkat dan menertibkan 25 rumpon yang tidak memiliki izin di wilayah perairan tersebut.

"Banyak nelayan yang mengadu ke kami, banyaknya rumpon ilegal yang dijadikan modus untuk penangkapan kapal ikan secara ilegal," katanya.

Pung mengatakan keberadaan rumpon ilegal di wilayah perairan perbatasan dapat menghalangi proses ruaya (migrasi) ikan tuna untuk masuk ke perairan Indonesia sehingga berpotensi merugikan nelayan Indonesia.

Selain melakukan penertiban, kapal pengawas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada nelayan yang menjaga rumpon mengenai ketentuan pemasangan dan pemanfaatannya.

“Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan pemahaman kepada nelayan. Kami minta pemilik rumpon mengurus izin dan memastikan pemasangan rumpon tidak berada di alur pelayaran untuk keselamatan,” katanya.

Sepanjang 2026, KKP telah mengangkat dan menertibkan 37 rumpon ilegal. Sebanyak 12 unit ditertibkan dari WPPNRI 716 dan 25 unit dari WPPNRI 715.

Dari penertiban tersebut, KKP mencatat total valuasi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,8 miliar.

Dalam operasi yang sama, KKP juga menangkap kapal ikan asing asal Filipina berukuran 3 GT bernama Vitran 06 yang tidak memiliki izin penangkapan ikan dan membawa empat awak berkewarganegaraan Filipina.

Kapal tersebut dibawa ke Pangkalan PSDKP Bitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.