Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Segera Siapkan Mekanisme Pembentukan Harga Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:57 WIB | Oleh:
OJK Segera Siapkan Mekanisme Pembentukan Harga Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Ketua Dewan Komisioner OJK terpilih, Friderica Widyasari Dewi (tengah) beserta jajaran Dewan Komisioner OJK

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerangka regulasi untuk mendukung pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Sejumlah ketentuan disiapkan agar penyelenggaraan bursa memiliki sistem pengawasan dan tata kelola yang memadai.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan OJK sedang menyiapkan dua Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). Kedua rancangan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembentukan dan penyelenggaraan BMKS.

"Yang pertama adalah Rancangan POJK tentang penahapan peralihan tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan transaksi pada bursa mineral dan komoditas strategis. Kemudian RPOJK yang kedua adalah tentang penyelenggaraan bursa mineral dan komoditas strategis itu sendiri," ujar Friderica dalam konferensi pers RDKB OJK Agustus 2026 secara virtual, Senin (7/9).

Kedua rancangan regulasi tersebut kini telah memasuki tahap konsultasi publik. Setelah itu, konsep aturan akan dikonsultasikan kepada DPR sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Selain regulasi, OJK juga menyiapkan kapasitas kelembagaan untuk menjalankan fungsi pengaturan, perizinan, dan pengawasan BMKS. Persiapan tersebut mencakup pembentukan organisasi, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Friderica menilai luas dan kompleksnya ekosistem mineral serta komoditas strategis membutuhkan proses persiapan secara bertahap. Karena itu, OJK menyusun kerangka proses bisnis, pengaturan, dan pengawasan dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem.

"Sejalan dengan hal tersebut penyusunan kerangka proses bisnis kemudian pengaturannya dan juga pengawasan BMKS dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan tentunya kesiapan ekosistemnya," ujar dia.

Di tengah persiapan pembentukan BMKS, OJK turut membahas mekanisme pembentukan harga atau price discovery. Mekanisme tersebut menjadi perhatian karena terdapat kekhawatiran harga komoditas domestik berbeda terlalu jauh dari harga pasar global.

Perbedaan harga yang terlalu lebar berpotensi membuat pembeli mencari sumber pasokan alternatif. Kondisi tersebut dalam jangka panjang dikhawatirkan memengaruhi pangsa pasar komoditas Indonesia.

Friderica mengatakan, OJK masih merumuskan mekanisme price discovery bersama berbagai pemangku kepentingan. Pembahasan dilakukan dengan mempertimbangkan praktik serta perkembangan harga komoditas di pasar global dan domestik.

Dalam proses tersebut, OJK melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam satgas percepatan pembentukan BMKS. Koordinasi tersebut melibatkan Badan Industri Mineral (BIM), Bank Indonesia (BI), serta pelaku industri.

Menurut Friderica, kesiapan ekosistem menjadi salah satu faktor penting dalam membangun BMKS. Infrastruktur pasar dan tata kelola juga diperlukan agar perdagangan komoditas berlangsung transparan, efisien, dan berintegritas.

Keberadaan BMKS diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis. Bursa tersebut juga diharapkan mampu mendukung penciptaan nilai tambah bagi komoditas nasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Hasil Liga Italia: Lazio Me...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Muncul Lagi Pa...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.