Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investigasi Gangguan Kesehatan Terkait Keracunan MBG di Turi Diungkap Dinkes Sleman, Ini Hasilnya!

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 18:59 WIB | Oleh:
Investigasi Gangguan Kesehatan Terkait Keracunan MBG di Turi Diungkap Dinkes Sleman, Ini Hasilnya! Doc: ANTARA/Rahid Putra Laksana
Ket. Ilustrasi petugas menyiapkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman, D.I. Yogyakarta.

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman bersama Puskesmas Turi dan Field Epidemiology Training Program Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengungkap hasil investigasi terhadap dugaan gangguan kesehatan yang dilaporkan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gangguan kesehatan tersebut dialami penerima manfaat yang menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto, Kapanewon Turi.

Berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) sementara hingga Senin (7/9) pukul 20.30 WIB, dari 261 responden terdapat 35 orang yang mengalami keluhan kesehatan, sementara 226 orang tidak mengalami keluhan. Dari jumlah tersebut, 204 responden tercatat mengkonsumsi MBG.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/9), mengatakan verifikasi kasus dilakukan setelah pihaknya menerima notifikasi dari Puskesmas Turi.

"Dinkes Kabupaten Sleman bersama Puskesmas Turi dan FETP UGM telah melakukan verifikasi kasus serta investigasi. Hasil sementara dari 261 responden, 35 orang mengalami keluhan kesehatan, dan 204 responden tercatat mengonsumsi MBG," ujarnya.

Yuli mengemukakan keluhan yang paling banyak ditemukan adalah pusing dan sakit perut masing-masing sebanyak 86 persen, disusul mual 69 persen, sakit kepala 66 persen, lemas 54 persen, dan muntah 34 persen.

Berdasarkan hasil PE sementara, terdapat satu pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Sleman hingga pukul 20.30 WIB. Sebanyak 19 orang menjalani rawat jalan, tujuh orang berobat mandiri, dan sembilan orang tidak menjalani pengobatan.

Kasus terbanyak berdasarkan hasil PE sementara ditemukan di SMPN 3 Turi yakni 30 kasus dari 162 responden.

Yuli menjelaskan hasil analisis epidemiologi terhadap lima menu MBG belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Menu bola-bola sapi goreng memiliki ukuran asosiasi paling tinggi, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai penyebab kejadian.

"Analisis epidemiologi terhadap menu MBG belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Bola-bola sapi goreng menunjukkan ukuran asosiasi paling tinggi dan masih menjadi bagian yang ditelusuri dalam investigasi, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai penyebab kejadian," ucapnya.

Pihaknya telah mengambil sampel makanan dan air dari SPPG Wonokerto untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut telah dikirim pada Senin (7/9) dan hasil pemeriksaan masih ditunggu.

Sebagai langkah pencegahan, setelah menerima laporan kejadian konsumsi dan distribusi MBG pada lokasi penerima dihentikan sementara untuk mencegah bertambahnya kasus. Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 867 porsi yang telah terlanjur diterima, dibagikan, dan dikonsumsi pada enam satuan pendidikan.

Dinkes Sleman bersama pihak terkait selanjutnya masih menelusuri rantai pasok makanan, faktor lingkungan, serta analisis epidemiologi untuk mengetahui sumber dan penyebab kejadian.

"Pemkab Sleman terus memantau kondisi penerima MBG dan berkoordinasi dengan puskesmas, sekolah, SPPG, serta pihak terkait. Kesimpulan mengenai sumber dan penyebab kejadian akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan dan investigasi diperoleh," ucap Yuli. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.