Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?

📅 Senin, 07 Sep 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI? Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay.
Ket. Ilustrasi - Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta.

JAKARTA – Dana pensiun menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan masyarakat memiliki jaring pengaman finansial setelah memasuki masa tidak produktif.

Karena mengelola dana dalam jangka panjang, penyelenggara dana pensiun dituntut memiliki tata kelola yang kuat, transparan, dan prudent.

Pengelolaan yang tepat bukan hanya menjaga keberlanjutan manfaat peserta, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap industri dana pensiun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membubarkan 58 dana pensiun sejak 2020 hingga saat ini, yang mayoritas merupakan dana pensiun pemberi kerja (DPPK) dengan program pensiun manfaat pasti (PPMP).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9), mengatakan pembubaran tersebut antara lain dipengaruhi pertimbangan efisiensi, penurunan jumlah peserta, maupun skala ekonomi.

"Memang betul bahwa terdapat dinamika dalam penyelenggaraan dana pensiun. Sejak tahun 2020 hingga saat ini terdapat 58 dana pensiun yang telah dibubarkan dan mayoritas merupakan dana pensiun pemberi kerja atau DPPK dengan program pensiun manfaat pasti atau PPMP," kata Ogi.

Menurut Ogi, kondisi tersebut sejalan dengan kecenderungan global berupa peralihan skema manfaat pasti (defined benefit) menuju skema iuran pasti (defined contribution).

Namun demikian, Ogi menegaskan pembubaran sejumlah dana pensiun tersebut tidak berarti keberlanjutan industri dana pensiun menjadi persoalan.

"Ini kan tidak berarti keberlanjutan industri dana pensiun menjadi persoalan. Pekerjaan rumah ke depan justru adalah memperdalam industri melalui perluasan kepesertaan," ujarnya.

Ogi mengatakan perluasan kepesertaan diperlukan agar dana pensiun dapat semakin optimal menjadi solusi finansial bagi masyarakat pada masa purnabakti sekaligus membantu memutus rantai sandwich generation.

Untuk itu, OJK terus mendorong inovasi program dana pensiun yang dapat menjangkau pekerja informal, pelaku UMKM, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya, termasuk melalui digitalisasi.

Ogi menyampaikan saat ini pemerintah sedang memfinalisasi rancangan undang-undang tentang perlindungan ketenagakerjaan yang diarahkan untuk menambah cakupan jaminan ketenagakerjaan melalui jaminan pesangon yang masuk dalam ekosistem program pensiun.

Ogi menegaskan pengaturan lebih lanjut mengenai skema tersebut nantinya akan ditetapkan melalui peraturan pemerintah.

OJK mencatat total aset industri dana pensiun mencapai Rp1.699,99 triliun pada Juli 2026, tumbuh 6,70 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
08 Sep 2026, 13:20 WIB.

Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, upaya proaktif memfinalisasi undang-undang perlindungan ketenagakerjaan melalui integrasi jaminan pesangon ke dalam ekosistem pensiun ini amat patut diapresiasi, karena pendekatan tersebut adalah solusi strategis untuk memperluas jaring pengaman finansial bagi masyarakat, termasuk para pekerja muda yang sangat membutuhkan kepastian masa depan.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tabrakan Truk di Cawang Aki...
Luar Negeri
Kerusuhan Pecah di Milan, T...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.