Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTS Pulau Sembur Jadi Mesin Ekonomi, Warga Tak Lagi Bergantung Genset

31 Rabu, 26 Agu 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLTS Pulau Sembur Jadi Mesin Ekonomi, Warga Tak Lagi Bergantung Genset PLTS Pulau Sembur Jadi Mesin Ekonomi, Warga Tak Lagi Bergantung Genset Doc: ANTARA/HO-Pertamina NRE
Ket. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau.

JAKARTA – PLTS seharusnya tidak berhenti sebagai proyek penyediaan listrik bersih, tetapi mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.

Energi yang lebih andal dapat menekan biaya operasional sekaligus mendorong usaha produktif seperti pengolahan pertanian, perikanan, UMKM, dan layanan digital.

Pengalaman sejumlah desa menunjukkan pengelolaan PLTS yang melibatkan kelembagaan lokal dapat membuka usaha, lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan warga.

Dengan demikian, keberhasilan PLTS perlu diukur bukan hanya dari kapasitas listrik terpasang, tetapi dari seberapa besar nilai ekonomi yang berputar dan dinikmati masyarakat sekitar.

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menilai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau, menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui energi bersih (productive use of energy).

“PLTS Pulau Sembur menjadi contoh bagaimana energi bersih dapat menjadi penggerak aktivitas produktif masyarakat,” ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8).

“Kehadiran listrik yang lebih andal akan mendukung pengembangan cold storage, ice maker, dan aktivitas ekonomi koperasi serta nelayan,” imbuhnya.

Melalui pendekatan tersebut, PLTS Pulau Sembur ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sebelumnya belum terhubung dengan listrik dan masih mengandalkan genset pribadi selama sekitar tiga hingga empat jam pada malam hari.

Lebih lanjut, John mengatakan proyek ini dirancang untuk memberikan akses listrik kepada sekitar 200 kepala keluarga (KK), termasuk 158 rumah, sekaligus mendukung fasilitas umum dan aktivitas produktif masyarakat.

Selain penyediaan energi, proyek ini dilengkapi pembuat es (ice maker) berkapasitas 4 ton per hari dan ruang pendingin (cold storage) berkapasitas 5 ton untuk mendukung rantai dingin hasil perikanan.

“Pemanfaatan PLTS tersebut diproyeksikan menghemat penggunaan BBM hingga sekitar 877 liter per hari atau 320 ribu liter per tahun, dengan potensi penghematan biaya BBM sekitar Rp3,5-5 miliar per tahun,” kata dia.

Adapun PLTS Pulau Sembur sendiri telah melalui tahapan pembangunan secara bertahap.

Proyek ini melakukan groundbreaking pada 20 Desember 2025, dilanjutkan dengan dimulainya konstruksi pada 13 Maret 2026, hingga akhirnya mencapai tahap commissioning pada 17 Agustus 2026.

PLTS berkapasitas 1 MWp tersebut dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat di Pulau Sembur.

“Pengembangan Pulau Sembur menjadi salah satu contoh implementasi pengembangan energi terbarukan yang diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat agenda transisi energi nasional,” ujar John.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Bantuan 72 Alat Peraga Eduk...
Daerah
Disnakeswan Mimika Kembangk...
Daerah
Gunung Karangetang di Pulau...
Advertisement
Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.