PLTS Pulau Sembur Jadi Mesin Ekonomi, Warga Tak Lagi Bergantung Genset
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – PLTS seharusnya tidak berhenti sebagai proyek penyediaan listrik bersih, tetapi mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.
Energi yang lebih andal dapat menekan biaya operasional sekaligus mendorong usaha produktif seperti pengolahan pertanian, perikanan, UMKM, dan layanan digital.
Pengalaman sejumlah desa menunjukkan pengelolaan PLTS yang melibatkan kelembagaan lokal dapat membuka usaha, lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan warga.
Dengan demikian, keberhasilan PLTS perlu diukur bukan hanya dari kapasitas listrik terpasang, tetapi dari seberapa besar nilai ekonomi yang berputar dan dinikmati masyarakat sekitar.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menilai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau, menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui energi bersih (productive use of energy).
Sebaiknya Anda baca juga:
“PLTS Pulau Sembur menjadi contoh bagaimana energi bersih dapat menjadi penggerak aktivitas produktif masyarakat,” ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8).
“Kehadiran listrik yang lebih andal akan mendukung pengembangan cold storage, ice maker, dan aktivitas ekonomi koperasi serta nelayan,” imbuhnya.
Melalui pendekatan tersebut, PLTS Pulau Sembur ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sebelumnya belum terhubung dengan listrik dan masih mengandalkan genset pribadi selama sekitar tiga hingga empat jam pada malam hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, John mengatakan proyek ini dirancang untuk memberikan akses listrik kepada sekitar 200 kepala keluarga (KK), termasuk 158 rumah, sekaligus mendukung fasilitas umum dan aktivitas produktif masyarakat.
Selain penyediaan energi, proyek ini dilengkapi pembuat es (ice maker) berkapasitas 4 ton per hari dan ruang pendingin (cold storage) berkapasitas 5 ton untuk mendukung rantai dingin hasil perikanan.
“Pemanfaatan PLTS tersebut diproyeksikan menghemat penggunaan BBM hingga sekitar 877 liter per hari atau 320 ribu liter per tahun, dengan potensi penghematan biaya BBM sekitar Rp3,5-5 miliar per tahun,” kata dia.
Adapun PLTS Pulau Sembur sendiri telah melalui tahapan pembangunan secara bertahap.
Proyek ini melakukan groundbreaking pada 20 Desember 2025, dilanjutkan dengan dimulainya konstruksi pada 13 Maret 2026, hingga akhirnya mencapai tahap commissioning pada 17 Agustus 2026.
PLTS berkapasitas 1 MWp tersebut dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat di Pulau Sembur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!