Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Energi Terancam Mandek, CORE Desak Investasi Hijau Terukur

📅 Senin, 14 Sep 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Energi Terancam Mandek, CORE Desak Investasi Hijau Terukur Doc: ANTARA/ HO-Pertamina NRE
Ket. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau.

JAKARTA – Skema investasi hijau yang jelas dan terukur sangat diperlukan untuk mendukung langkah investasi hijau dan transisi energi konvensional berbasis batu bara ke energi bersih di Indonesia.

“Perlu ada skema bagaimana supaya investasi awal yang relatif memang cukup costly di energi hijau ini bisa kemudian ada yang menyerapnya,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Indonesia Mohammad Faisal saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/9).

Menurut Faisal, pembangkit listrik berbasis energi hijau seperti surya dan panas bumi (geothermal) memang membutuhkan nilai investasi yang cukup besar di awal.

Namun, sektor ini dinilai cukup menjanjikan dari sisi bisnis secara jangka panjang, terlebih jika PT PLN (Persero) dapat ikut andil untuk meningkatkan pengembangan dan penyerapan listrik dari energi hijau ini.

“Bagaimana supaya mengakomodasi dari sumber energinya yang hijau ini, entah itu surya ataupun geotermal dan lain-lain, untuk masuk ke dalam grid-nya PLN, dan kemudian dari masalah keluaran daripada energi listriknya lebih kompetitif,” kata Faisal.

“Investasi awal yang mahal ini perlu ada diakomodasi dengan satu skema pembiayaan, termasuk juga bagaimana mengatasi concern daripada PLN terhadap tarif listriknya kalau kemudian ini masuk ke dalam grid,” ujarnya menambahkan.

Oleh karena itu, Faisal menilai perlu adanya intervensi dari pemerintah terkait insentif dan disinsentif, serta koordinasi antara para pemangku kepentingan terkait agar transisi menuju energi hijau bisa berjalan mulus, berkelanjutan, dan menguntungkan.

“Memang tidak bisa buru-buru (transisi energi) karena kita tidak bisa lepas dari fakta bahwa saat ini, yang paling murah dan paling sesuai dengan daya beli daripada masyarakat sekarang adalah memang batubara,” kata Faisal.

“Nah jadi pelan-pelan, dan harus ada skema transisi yang cocok dan konsisten ke depannya. Jadi, titik-titik kritis tadi itu harus diatasi bottleneck-bottleneck di antara berbagai macam stakeholder yang terkait,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menargetkan mobilisasi investasi hijau sebesar 2 miliar dolar AS (sekitar Rp30-an triliun) hingga tahun 2030 melalui inisiatif Green Indonesia Future Initiative (GIFT) 2026-2030.

Di sisi lain, pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru juga menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik energi surya (PLTS) hingga 100 GW.

Ini merupakan langkah strategis Indonesia guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendukung target ambisius 100 persen listrik dari energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Daerah
Hujan dan Angin Kencang Men...
Megapolitan
Bawa Sabu 112,13 Gram, Gera...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.