Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gak Cuma Co-firing! PLN EPI Kini Bikin Hidrogen Hijau dari Biomassa

📅 Senin, 07 Sep 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gak Cuma Co-firing! PLN EPI Kini Bikin Hidrogen Hijau dari Biomassa Doc: istimewa
Ket. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop TI Situngkir dalam ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran (2-4/9) pekan lalu

JAKARTA— PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperluas pemanfaatan biomassa tidak hanya sebagai bahan bakar co-firing pembangkit listrik, tetapi juga sebagai bahan baku pengembangan BioCNG (Compressed Biomethane Gas) dan hidrogen hijau.

 Langkah tersebut diwujudkan melalui dua nota kesepahaman yang ditandatangani bersama mitra strategis pada ajang The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran (2-4/9) sebagai upaya memperkuat bauran energi terbarukan sekaligus mendukung percepatan target net zero emission (NZE)

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop TI Situngkir mengatakan pengembangan biomassa merupakan bagian dari strategi PLN Group dalam memperbesar pemanfaatan energi terbarukan sekaligus membangun rantai nilai bioenergi yang lebih luas.

"Pada dasarnya, konsepnya adalah co-firing. Bahan-bahan hayati kita kumpulkan, kita ambil, kemudian kita deploy ke pembangkit milik kita," kata Hokkop.

Menurut dia, PLTU menjadi salah satu pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa karena karakteristik bahan bakarnya dapat diolah untuk menggantikan sebagian penggunaan batubara.

Menurut Hokkop, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi pembangkit yang paling siap memanfaatkan biomassa melalui skema co-firing. Namun, pemanfaatan biomassa tidak berhenti pada substitusi sebagian batubara, melainkan terus dikembangkan menjadi berbagai produk energi terbarukan.

"Jadi perjuangannya masih panjang sampai 2030. Kita sudah agendakan pemanfaatan biomassa di PLN," ujar Hokkop.

Salah satu pengembangan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), dan PT Kis Biofuels Indonesia mengenai pengembangan BioCNG dan/atau gas berbasis biomassa. Kerja sama ini memanfaatkan limbah organik, seperti Palm Oil Mill Effluent (POME) dan limbah peternakan, sebagai bahan baku untuk menghasilkan biometana yang selanjutnya diolah menjadi BioCNG. 

Dalam ekosistem tersebut, PGN Gagas berperan sebagai off-taker produk BioCNG. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, Santiaji Gunawan selaku Direktur Utama PGN Gagas, serta KR Ragunath Kandikeri selaku Direktur PT Kis Biofuels Indonesia.

"Metananya kita ambil, kemudian kita ciptakan reaktor dan segalanya. Tentunya dengan kerja sama dengan pihak teknologi, baru nanti kita bisa bertransaksi dengan PT Gagas," kata Hokkop.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman tentang pengembangan BioCNG dan/atau gas berbasis biomassa untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan mempercepat pencapaian target net zero emission.

Selain BioCNG, PLN EPI juga mendorong pengembangan biomassa sebagai bagian dari ekosistem hidrogen hijau. PLN EPI menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau Berbasis Biomassa di Indonesia bersama CISRI HY&POR Technology Co., Ltd. dan PT Pupuk Kujang Cikampek yang ditandatangani oleh Direktur Biomassa PLN EPI, Mr Gu Hu selaku General Manager CISRI HY&POR Technology Co., Ltd., serta Panji Winanteya Ruky selaku Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek.

Hokkop menjelaskan, pengembangan tersebut memanfaatkan proses pengolahan biomassa untuk menghasilkan gas yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi sumber hidrogen.

"Kita tahu kalau biomassa sudah digasifikasi, tentu ada hidrogen yang lepas di situ. Itu ditangkap dan akan dipakai oleh Pupuk Kujang sebagai off-taker," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.