Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Sosok Fotografer Antara yang Hilang, Bagus Khoirunas dan Cerita di Balik Karya Foto yang Selalu Dirindukan

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 06:46 WIB | Oleh:
Ini Sosok Fotografer Antara yang Hilang, Bagus Khoirunas dan Cerita di Balik Karya Foto yang Selalu Dirindukan Doc: Antara foto
Ket. Pewarta foto LKBN Antara Muhammad Bagus Khoirunas (kiri), Aditya Pradana Putra (tengah) dan Dhemas Reviyanto (kanan) usai menerima penghargaan saat ajang APFI 2025 di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/4/2025).

PANDEGLANG - Untuk menjadi seorang jurnalis di sebuah kantor berita, seseorang dituntut memiliki kecerdasan, kreativitas, dan etos kerja di atas rata-rata.

Bahkan, tak jarang mereka harus siap bergelud dengan tantangan ekstrem di lapangan. Meninggalkan rumah berhari-hari untuk menjelajahi hutan, mendaki gunung, hingga menyeberangi samudera lepas guna menyiarkan informasi penting hasil peliputan secara cepat dan tepat ke seantero dunia sudah menjadi bagian dari tanggung jawab profesi tersebut.

​Bahkan, tidak jarang mereka harus siap bergelut dengan tantangan ekstrem di lapangan. Meninggalkan rumah berhari-hari demi menjelajahi hutan, mendaki gunung, hingga menyeberangi samudra lepas untuk menyiarkan informasi penting secara cepat dan tepat ke seantero dunia sudah menjadi bagian dari tanggung jawab profesi tersebut.

Nilai-nilai idealisme itulah yang meresapi Muhammad Bagus Khoirunas, seorang pemuda yang kala itu baru genap di usia 20 tahun sudah berani memantapkan diri untuk berkarir sebagai jurnalis foto di Kantor Berita ANTARA.

Jalan yang ditempuhnya tentu tidak mudah. Bagus dipersiapkan melalui proses gemblengan dari para mentornya di redaksi ANTARA FOTO, sebuah wadah yang dikenal luas sebagai "Candradimuka" fotografer jurnalistik nasional.

Proses panjang dan disiplin tinggi tidak pernah mengkhianati hasil. Sejak karya foto pertamanya berjudul Digitalisasi Ekonomi Pedesaan —yang memotret warga menjadi perajin dompet di Warunggunung, Lebak, Banten— resmi tayang pada Desember 2018, Bagus terus melangkah membuktikan kualitas dirinya di panggung fotografi jurnalistik nasional.

Di lingkungan redaksi dan sesama pewarta foto, Bagus dikenal sebagai sosok yang sangat diandalkan dan dihormati.

Koordinator Daerah ANTARA FOTO, Sigit, mengakui bahwa Bagus merupakan salah satu pentolan daerah yang memiliki daya jelajah luar biasa, khususnya di Provinsi Banten yang menjadi wilayah tugasnya. Bagus juga pintar menempatkan diri sehingga dia bisa berdampingan erat dengan para wartawan dan karyawan ANTARA Biro Banten.

Bagus bukanlah tipe pewarta yang hanya menunggu perintah penugasan dari meja redaksi. Sebagai seorang stringer foto, dia dikenal sangat aktif mengajukan usulan peliputan atau listing berita secara mandiri.

Sigit menegaskan bahwa setiap kali membicarakan potret kebudayaan Suku Baduy atau lanskap wilayah Banten, arah pandang para editor foto hampir pasti tertuju pada Bagus. Itu karena karya visualnya memiliki karakter dan "rasa" yang begitu kuat, sehingga para editor dapat dengan mudah mengenali gaya penataan sudut pandang khas Bagus tanpa harus melihat kredit nama di akhir caption foto.

Daya jelajah tinggi dan katajaman rasa itu membawa Bagus merengkuh berbagai penghargaan bergengsi. Salah satu puncaknya terjadi pada ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2025 di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah. Bersama dua pewarta foto Kantor Berita ANTARA lainnya, Aditya Pradana Putra dan Dhemas Reviyanto, Bagus berhasil membawa pulang piala kemenangan.

Dia menjuarai foto esai kategori General News lewat karya berjudul Pesta Demokrasi dengan Balutan Tradisi Badui yang pialanya diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Juri APFI 2025, Oscar Motuloh.

Bagus memotret perhelatan Pemilu 2024 di pedalaman Baduy selama empat hari penuh, mulai dari tahap distribusi, persiapan, hingga pelaksanaan. Ia menjadi saksi betapa masyarakat adat Baduy sangat antusias menyukseskan pesta demokrasi tersebut.

Capaian ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pewarta foto jempolan yang langganan menjuarai berbagai ajang, serta sangat diperhitungkan oleh para anggota organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.