Ini Sosok Fotografer Antara yang Hilang, Bagus Khoirunas dan Cerita di Balik Karya Foto yang Selalu Dirindukan
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 06:46 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoPANDEGLANG - Untuk menjadi seorang jurnalis di sebuah kantor berita, seseorang dituntut memiliki kecerdasan, kreativitas, dan etos kerja di atas rata-rata.
Bahkan, tak jarang mereka harus siap bergelud dengan tantangan ekstrem di lapangan. Meninggalkan rumah berhari-hari untuk menjelajahi hutan, mendaki gunung, hingga menyeberangi samudera lepas guna menyiarkan informasi penting hasil peliputan secara cepat dan tepat ke seantero dunia sudah menjadi bagian dari tanggung jawab profesi tersebut.
Bahkan, tidak jarang mereka harus siap bergelut dengan tantangan ekstrem di lapangan. Meninggalkan rumah berhari-hari demi menjelajahi hutan, mendaki gunung, hingga menyeberangi samudra lepas untuk menyiarkan informasi penting secara cepat dan tepat ke seantero dunia sudah menjadi bagian dari tanggung jawab profesi tersebut.
Nilai-nilai idealisme itulah yang meresapi Muhammad Bagus Khoirunas, seorang pemuda yang kala itu baru genap di usia 20 tahun sudah berani memantapkan diri untuk berkarir sebagai jurnalis foto di Kantor Berita ANTARA.
Jalan yang ditempuhnya tentu tidak mudah. Bagus dipersiapkan melalui proses gemblengan dari para mentornya di redaksi ANTARA FOTO, sebuah wadah yang dikenal luas sebagai "Candradimuka" fotografer jurnalistik nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proses panjang dan disiplin tinggi tidak pernah mengkhianati hasil. Sejak karya foto pertamanya berjudul Digitalisasi Ekonomi Pedesaan —yang memotret warga menjadi perajin dompet di Warunggunung, Lebak, Banten— resmi tayang pada Desember 2018, Bagus terus melangkah membuktikan kualitas dirinya di panggung fotografi jurnalistik nasional.
Di lingkungan redaksi dan sesama pewarta foto, Bagus dikenal sebagai sosok yang sangat diandalkan dan dihormati.
Koordinator Daerah ANTARA FOTO, Sigit, mengakui bahwa Bagus merupakan salah satu pentolan daerah yang memiliki daya jelajah luar biasa, khususnya di Provinsi Banten yang menjadi wilayah tugasnya. Bagus juga pintar menempatkan diri sehingga dia bisa berdampingan erat dengan para wartawan dan karyawan ANTARA Biro Banten.
Bagus bukanlah tipe pewarta yang hanya menunggu perintah penugasan dari meja redaksi. Sebagai seorang stringer foto, dia dikenal sangat aktif mengajukan usulan peliputan atau listing berita secara mandiri.
Sigit menegaskan bahwa setiap kali membicarakan potret kebudayaan Suku Baduy atau lanskap wilayah Banten, arah pandang para editor foto hampir pasti tertuju pada Bagus. Itu karena karya visualnya memiliki karakter dan "rasa" yang begitu kuat, sehingga para editor dapat dengan mudah mengenali gaya penataan sudut pandang khas Bagus tanpa harus melihat kredit nama di akhir caption foto.
Daya jelajah tinggi dan katajaman rasa itu membawa Bagus merengkuh berbagai penghargaan bergengsi. Salah satu puncaknya terjadi pada ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2025 di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah. Bersama dua pewarta foto Kantor Berita ANTARA lainnya, Aditya Pradana Putra dan Dhemas Reviyanto, Bagus berhasil membawa pulang piala kemenangan.
Dia menjuarai foto esai kategori General News lewat karya berjudul Pesta Demokrasi dengan Balutan Tradisi Badui yang pialanya diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Juri APFI 2025, Oscar Motuloh.
Bagus memotret perhelatan Pemilu 2024 di pedalaman Baduy selama empat hari penuh, mulai dari tahap distribusi, persiapan, hingga pelaksanaan. Ia menjadi saksi betapa masyarakat adat Baduy sangat antusias menyukseskan pesta demokrasi tersebut.
Capaian ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pewarta foto jempolan yang langganan menjuarai berbagai ajang, serta sangat diperhitungkan oleh para anggota organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!