Lamang Tungkek, Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Dilestarikan Pemkot Sawahlunto.
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 14:01 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat melestarikan penganan tradisional lamang tungkek yang merupakan Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui edukasi lewat kegiatan belajar memasak makanan tradisional tersebut.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Sawahlunto Kemala Jeffry di Sawahlunto, Jumat mengatakan keterlibatan perempuan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan lamang tungkek sekaligus meneruskan pengetahuan pembuatannya kepada generasi berikutnya.
Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan bersama Gabungan Organisasi Wanita Sawahlunto itu melibatkan perwakilan organisasi wanita dan unsur masyarakat lainnya sebagai peserta pembelajaran pembuatan makanan tradisional tersebut.
"Ini menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengenal proses pembuatan lamang tungkek sehingga pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," kata dia.
Sementara Kepala Bidang Warisan Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Sawahlunto Gusnelly mengatakan lamang tungkek merupakan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Sawahlunto dan telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan.
Ia mengatakan kegiatan edukasi dan praktik memasak tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian, pendidikan, dan promosi warisan budaya daerah melalui pengenalan langsung terhadap pengetahuan dan proses pembuatannya.
Pelaksanaan kegiatan di Museum Gudang Ransum juga menjadi bagian dari pemanfaatan kawasan warisan budaya sebagai ruang kegiatan pelestarian dan edukasi budaya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan langsung dari Bundo Kanduang serta warga Talawi yang berpengalaman membuat lamang tungkek, sehingga proses pembelajaran tidak hanya melalui penjelasan tetapi juga praktik pembuatan makanan tradisional tersebut.
Lamang tungkek merupakan makanan khas Sawahlunto terbuat dari tepung beras yang dipadukan dengan santan yang disajikan saat Idul Adha.
Memiliki bentuk bulat dan diikat dengan tali rapia membuat tampilan lamang tungkek ini menjadi unik dengan rasa yang manis dari gula asli tanpa bahan pemanis buatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!