Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Posyandu Banjar Perluas Layanan Dasar Warga

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 13:52 WIB | Oleh:
Posyandu Banjar Perluas Layanan Dasar Warga Doc: ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjar
Ket. Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar sekaligus Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Banjar M Hafizh Anshari melakukan pembinaan proyek percontohan 20 desa Posyandu Pelayanan 6 SPM di Martapura, beberapa waktu lalu.

BANJAR, KALSEL -- Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banjar memperluas fungsi posyandu di 20 desa sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat melalui penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar warga memperoleh layanan yang lebih dekat dan terintegrasi

Transformasi tersebut tidak lagi menempatkan posyandu hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan dasar warga

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar sekaligus Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Banjar M Hafizh Anshari di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, Jumat, mengatakan penerapan enam bidang SPM di posyandu menjadi langkah mendekatkan pelayanan dasar sesuai kebutuhan masyarakat di tempat tinggal.

“Melalui pelayanan enam SPM, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, lebih dekat dan lebih terintegrasi sesuai kebutuhan tempat tinggalnya,” ucapnya saat pembinaan proyek percontohan 20 desa Posyandu Pelayanan 6 SPM di Guest House Sultan Sulaiman Martapura.

Ia menjelaskan transformasi tersebut tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (PPT) yang memperkuat peran posyandu dalam pelayanan masyarakat di tingkat desa

Ia mengatakan pemerintah daerah menetapkan 20 desa yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Banjar sebagai lokasi percontohan untuk menguji penerapan pelayanan enam bidang SPM sebelum diperluas sesuai kebutuhan dan kesiapan desa

Sebanyak enam bidang pelayanan tersebut, meliputi pendidikan, sosial, kesehatan, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibum linmas), pekerjaan umum serta perumahan rakyat.

Sebanyak 20 desa tersebut, meliputi Bincau, Melayu, Sungai Rangas, Keliling Benteng Ilir, Pasar Kamis, Guntung Papuyu, Pindahan Baru, Tatah Jaruju, Handil Bujur, Kiram, Tiwingan Baru, Munggu Raya, Simpang Tiga, Sungkai Baru, Madurejo, Maniapun, Rantau Bujur, Kupang Rejo, Banua Anyar, dan Paramasan Bawah

Pembinaan proyek percontohan diarahkan untuk memperkuat kesiapan pengurus dan pemerintah desa dalam mengintegrasikan pelayanan enam bidang tersebut sehingga posyandu dapat menjadi tempat layanan yang membantu warga memperoleh akses pelayanan dasar tanpa harus selalu mendatangi berbagai instansi

“Posyandu merupakan salah satu jenis Lembaga Kemasyarakatan Desa sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah desa,” kata Hafizh

Penerapan pelayanan enam bidang SPM di 20 desa percontohan diharapkan menjadi model penguatan posyandu Kabupaten Banjar agar mampu menghadirkan pelayanan dasar yang lebih mudah dijangkau, terintegrasi dan sesuai kebutuhan masyarakat di tingkat desa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Media Luar Negeri Ramai Ber...
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.