Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPKP Kotawaringin Timur Temukan Dua Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

30 Jumat, 18 Sep 2026, 14:00 WIB | Oleh:
DPKP Kotawaringin Timur Temukan Dua Merek Beras Fortifikasi Bermasalah DPKP Kotawaringin Timur Temukan Dua Merek Beras Fortifikasi Bermasalah Doc: ANTARA/HO-DPKP Kotim
Ket. Petugas DPKP Kotawaringin Timur saat melakukan sidak lapangan terkait beras fortifikasi yang beredar di pasaran di Sampit, Kamis (17/9)

KOTAWARINGIN TIMUR -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten  Kotawaringin Timur,  Kalimantan Tengah, menemukan dua merek beras fortifikasi diduga bermasalah saat melakukan pengawasan keamanan pangan di sejumlah pusat perbelanjaan dan ritel modern di Sampit.

“Ada ditemukan di sejumlah swalayan. Pihak swalayan langsung kami minta menarik produk tersebut dari peredaran," kata Kepala DPKP Kotawaringin Timur  Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Jumat.

Ia menjelaskan kegiatan itu merupakan bagian dari pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), khususnya terhadap produk beras yang mencantumkan klaim fortifikasi atau kandungan gizi tertentu pada kemasannya.

Pengawasan tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengenai peredaran beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan standar gizi maupun ketentuan izin edar.

Tim DPKP Kotawaringin Timur menyasar sejumlah lokasi penjualan pangan, mulai dari pusat perbelanjaan seperti hypermart, swalayan, hingga jaringan ritel modern.

Petugas tidak hanya melihat keberadaan produk, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap aspek keamanan pangan, informasi kandungan gizi yang tercantum pada label, serta legalitas dan izin edar produk.

Temuan dua merek tersebut menunjukkan produk yang menjadi perhatian pemerintah masih berpotensi beredar di tingkat konsumen. Karena itu, pengawasan tidak berhenti pada pusat perbelanjaan dan ritel modern.

“Yang dikhawatirkan di tingkat pengecer kecil, ada kemungkinan peredarannya di sana sudah ada atau masih berjalan. Makanya pengawasan akan terus kita tingkatkan,” ujar Yephi.

Menurut dia, keberadaan produk pada pedagang kecil dan toko sembako di pasar tradisional perlu mendapat perhatian karena jalur distribusinya lebih tersebar.

Kondisi tersebut membuat pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar produk yang tidak memenuhi ketentuan tidak sampai dikonsumsi masyarakat.

DPKP Kotawaringin Timur juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan merek dan harga ketika membeli beras kemasan.

“Masyarakat, dalam hal ini sebagai konsumen, kami imbau agar lebih memperhatikan informasi pada kemasan, termasuk klaim kandungan gizi serta legalitas produk, agar terhindar dari produk yang bermasalah,” imbaunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Olahraga
Michael Carrick: MU Haus Ke...
Ekonomi
Kolaborasi Hijau Dibuka, In...
Ekonomi
APBN Harus Lincah, Jangan K...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.