Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanasan Global Perluas Penyebaran Nyamuk, Ancaman Penyakit Menular Ikut Meningkat

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 07:33 WIB | Oleh:

Nyamuk juga dapat berpindah mengikuti aktivitas manusia. Perdagangan internasional memungkinkan telur, larva, atau nyamuk dewasa berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Barang-barang yang dapat menampung air menjadi salah satu jalur yang perlu diperhatikan.

Ban bekas, misalnya, dapat menampung air dalam jumlah kecil dan menyediakan lingkungan yang sesuai bagi telur atau larva beberapa spesies Aedes. Perjalanan manusia juga berperan dalam penyebaran penyakit. Seseorang yang terinfeksi dengue, misalnya, dapat membawa virus ke wilayah yang memiliki populasi nyamuk yang mampu menularkannya.

Dalam kondisi tertentu, satu kasus impor dapat menjadi awal penularan lokal apabila terdapat vektor yang sesuai. Fenomena tersebut membuat globalisasi dan perubahan iklim menjadi dua faktor yang perlu diperhitungkan secara bersamaan dalam memantau penyakit yang ditularkan nyamuk.

Hujan dan Kekeringan Sama Saja

Perubahan iklim juga memengaruhi pola curah hujan. Namun, hubungan antara hujan dan populasi nyamuk tidak selalu linear. Hujan dalam jumlah tertentu dapat meningkatkan jumlah genangan yang menjadi habitat perkembangbiakan. Setelah hujan, berbagai wadah yang sebelumnya kering dapat terisi air dan menjadi lokasi bertelur.

Tetapi hujan ekstrem juga dapat menghanyutkan larva dan menghilangkan habitat perkembangbiakan tertentu. Sebaliknya, kekeringan dapat mengurangi jumlah tempat berkembang biak. Namun, kondisi tersebut tidak selalu membuat risiko penyakit menurun.

Ketika sumber air semakin sedikit, manusia dan hewan dapat berkonsentrasi di sekitar sumber air yang tersisa. Pada beberapa sistem penularan, kondisi ini berpotensi meningkatkan kontak antara nyamuk, hewan reservoir, dan manusia. Artinya, perubahan iklim dapat menghasilkan pola risiko yang berbeda-beda tergantung pada spesies nyamuk, jenis penyakit, kondisi lokal dan karakteristik lingkungan. ν hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.