Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan Air Bersih untuk Daerah Terdampak Kekeringan

📅 Senin, 07 Sep 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantuan Air Bersih untuk Daerah Terdampak Kekeringan Doc: Antara
Ket. BPBD Dharmasraya mendistribusikan air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan di Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (7/9).

Dharmasraya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Dharmasraya, Ardianus Effendi, di Pulau Punjung, Senin, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah tanggap darurat dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah terbatasnya ketersediaan sumber air.

"Kami mengimbau pemerintah nagari dan masyarakat segera melaporkan apabila sumber air warga mulai mengering atau kebutuhan air bersih tidak lagi dapat dipenuhi secara mandiri," ujarnya.

Ia mengatakan BPBD telah mendistribusikan air bersih di Jorong Aur Jaya, Nagari (Desa Adat) Koto Padang, Kecamatan Koto Baru kepada 20 kepala keluarga (KK) pada Minggu (6/9), dan untuk 100 KK di Jorong Lubuk Pering, Nagari Koto Baru pada Jumat (4/9).

Menurut dia, kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan debit sumber air masyarakat menurun, bahkan sebagian sumur dan sumber air lainnya mulai mengering.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya, lanjut diam

Ardianus memaparkan bahwa BPBD Dharmasraya akan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta menindaklanjuti laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.

Ia menambahkan Kecamatan Koto Baru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena laporan kekeringan mulai muncul di sejumlah titik.

Secara keseluruhan, ia menjabarkan sekira 1.600 warga terdampak kekeringan di Kecamatan Koto Baru, dengan rincian sebanyak 1.500 KK yang di antaranya merupakan warga Jorong Aur Jaya, Nagari Koto Padang, dan 100 KK lainnya berada di Jorong Lubuk Pering, Nagari Koto Baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Pawai Khitong Jadi Magnet B...
Ekonomi
Kementerian UMKM Dorong Pro...
Daerah
Kadin Kota Jayapura Buka Pe...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.