Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Hati Mini” yang Bisa Disuntikkan untuk Atasi Kelangkaan Donor

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 07:13 WIB | Oleh:
“Hati Mini” yang Bisa Disuntikkan untuk Atasi Kelangkaan Donor Doc: Sumber: Bhatia Lab/MIT
Ket. Mikrosfer (hijau), hepatosit (magenta), dan fibroblas pendukung (oranye) berkumpul dan mengatur ulang diri menjadi cangkok hati hasil rekayasa seiring waktu. Gambar menunjukkan perbandingan hari ke-nol (kiri) dan hari ke-14 (kanan) dari cangkok yang dikultur di laboratorium.

PARA insinyur dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengembangkan teknologi mini liver atau hati mini yang dapat disuntikkan ke dalam tubuh. Organ buatan ini dirancang untuk membantu menjalankan sebagian fungsi hati yang mengalami kerusakan.

Teknologi tersebut menjadi alternatif yang lebih minim invasif dibandingkan transplantasi hati. Dalam penelitian pada tikus, sel-sel hati yang disuntikkan bersama material pendukung mampu bertahan setidaknya selama dua bulan dan tetap menghasilkan berbagai enzim serta protein yang biasanya diproduksi oleh hati.

Peneliti membayangkan teknologi ini suatu hari dapat digunakan sebagai “hati satelit” yang memberikan tambahan fungsi bagi pasien dengan penyakit hati, tanpa harus mengganti organ yang rusak.

“Kami memandangnya sebagai hati satelit. Jika sel-sel ini dapat dikirimkan ke dalam tubuh sementara organ yang sakit tetap berada di tempatnya, fungsi hati dapat ditingkatkan,” kata Sangeeta Bhatia, John and Dorothy Wilson Professor of Health Sciences and Technology serta Electrical Engineering and Computer Science di MIT.

Bhatia merupakan penulis senior penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Biomaterials. Sementara itu, peneliti pascadoktoral MIT Vardhman Kumar menjadi penulis utama.

Jawab Keterbatasan Transplantasi Hati

Hati merupakan salah satu organ vital dengan sekitar 500 fungsi penting dalam tubuh manusia. Organ ini antara lain berperan dalam mengatur pembekuan darah, membersihkan bakteri dari aliran darah, serta memproses obat-obatan. Sebagian fungsi tersebut dijalankan oleh sel khusus yang disebut hepatosit.

Transplantasi hati hingga kini menjadi salah satu pilihan utama bagi pasien dengan kerusakan hati berat. Namun, ketersediaan organ donor masih jauh di bawah kebutuhan. Di Amerika Serikat, lebih dari 10.000 pasien dengan penyakit hati kronis tercatat menunggu transplantasi hati, sementara sebagian pasien lainnya tidak cukup sehat untuk menjalani operasi transplantasi.

Kondisi tersebut mendorong para peneliti mencari cara untuk mengembalikan sebagian fungsi hati tanpa harus melakukan operasi besar. Laboratorium Bhatia telah meneliti pendekatan tersebut selama lebih dari satu dekade.

Salah satu strategi sebelumnya adalah menempatkan hepatosit di dalam biomaterial seperti hidrogel. Namun, material tersebut masih harus ditanamkan melalui prosedur pembedahan. Dalam penelitian terbaru, tim MIT berupaya menghilangkan kebutuhan operasi dengan mengembangkan material yang dapat disuntikkan langsung ke tubuh.

“Rumah” Buatan

Teknologi tersebut menggunakan campuran sel hati, mikrosfer hidrogel berukuran sangat kecil, serta sel pendukung yang disebut fibroblas. Mikrosfer hidrogel berfungsi membantu mempertahankan sel-sel hati tetap berdekatan sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya koneksi dengan pembuluh darah di sekitarnya.

Ketika dikemas dalam kepadatan tertentu, mikrosfer tersebut memiliki sifat seperti cairan sehingga campurannya dapat dimasukkan melalui jarum suntik. Setelah berada di dalam tubuh, material tersebut dapat kembali membentuk struktur yang lebih solid.

“Yang kami lakukan adalah menggunakan teknologi ini untuk menciptakan lingkungan yang direkayasa bagi transplantasi sel,” ujar Kumar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polsek Pasar Minggu Kenalka...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.