Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanasan Global Perluas Penyebaran Nyamuk, Ancaman Penyakit Menular Ikut Meningkat

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Pemanasan Global Perluas Penyebaran Nyamuk, Ancaman Penyakit Menular Ikut Meningkat Doc: Nelson ALMEIDA / AFP
Ket. Nyamuk *Aedes aegypti* dipelihara di dalam kandang agar para peneliti dapat mengumpulkan telurnya di laboratorium perusahaan bioteknologi Wolbito do Brasil, di Curitiba, negara bagian Paraná, Brasil, pada 19 Maret 2026.

P

erubahan iklim mulai mengubah peta penyebaran nyamuk di berbagai belahan dunia. Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, meningkatnya kelembapan di sejumlah wilayah, serta perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia menciptakan kondisi yang memungkinkan beberapa spesies nyamuk bertahan hidup dan berkembang biak di kawasan yang sebelumnya kurang sesuai.

Perubahan tersebut menjadi perhatian karena nyamuk bukan sekadar serangga pengganggu. Sejumlah spesies berperan sebagai vektor berbagai penyakit yang dapat menginfeksi manusia, mulai dari demam berdarah dengue, chikungunya, Zika, malaria hingga virus West Nile.

Analisis yang diterbitkan Nature menunjukkan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang dapat membantu nyamuk memperluas wilayahnya. Namun, perubahan iklim bukan satu-satunya penyebab. Urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, perdagangan internasional, perjalanan manusia, serta kemampuan nyamuk beradaptasi dengan lingkungan perkotaan turut berperan dalam membentuk persebaran baru tersebut.

Perubahan ini membuat para peneliti tidak hanya memantau jumlah kasus penyakit, tetapi juga memperhatikan perubahan geografis habitat nyamuk dan kondisi lingkungan yang memungkinkan terjadinya penularan.

Suhu Jadi Faktor Penting

Nyamuk merupakan hewan berdarah dingin sehingga aktivitas tubuhnya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama suhu. Pada kisaran suhu tertentu, peningkatan temperatur dapat mempercepat perkembangan telur menjadi larva, pupa, kemudian nyamuk dewasa. Suhu juga dapat memengaruhi seberapa cepat patogen berkembang di dalam tubuh nyamuk.

Kondisi tersebut penting dalam penularan penyakit. Setelah nyamuk betina menggigit manusia yang membawa virus, patogen harus berkembang dan mencapai bagian tubuh nyamuk yang memungkinkan virus kembali ditularkan melalui gigitan berikutnya.

Jeda antara nyamuk memperoleh patogen dan menjadi mampu menularkannya dikenal sebagai extrinsic incubation period atau masa inkubasi ekstrinsik. Pada kondisi lingkungan yang lebih hangat dalam kisaran yang sesuai bagi nyamuk dan patogen, proses perkembangan beberapa virus di dalam tubuh nyamuk dapat berlangsung lebih cepat. Akibatnya, nyamuk berpotensi menjadi infektif dalam waktu yang lebih singkat.

Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa semakin panas suhu selalu semakin baik bagi nyamuk. Suhu yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan kematian nyamuk dan mengurangi kemampuan bertahan hidupnya. Karena itu, para ilmuwan melihat perubahan suhu bersama faktor lain seperti kelembapan, curah hujan, ketersediaan air, dan kondisi habitat ketika memperkirakan risiko penularan penyakit.

Salah satu konsekuensi penting dari pemanasan global adalah bergesernya batas geografis yang dapat dihuni beberapa spesies nyamuk. Wilayah beriklim sedang yang sebelumnya mengalami musim dingin cukup panjang untuk membatasi kelangsungan hidup nyamuk kini dapat memiliki periode hangat yang lebih panjang.

Musim yang lebih panjang tersebut memberikan lebih banyak waktu bagi nyamuk untuk berkembang biak. Perubahan ini menjadi perhatian khusus terhadap Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua spesies tersebut dikenal sebagai vektor sejumlah virus, termasuk dengue, chikungunya dan Zika.

Aedes albopictus, yang sering disebut nyamuk macan Asia karena pola belang hitam-putih pada tubuhnya, memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup luas. Spesies ini juga dikenal mampu bertahan di berbagai lingkungan dan telah menyebar ke luar wilayah asalnya. Sementara itu, Aedes aegypti sangat terkait dengan lingkungan manusia. Nyamuk ini dapat berkembang biak di berbagai wadah kecil yang menampung air di sekitar permukiman.

Perluasan wilayah kedua spesies tersebut tidak serta-merta berarti setiap daerah baru akan mengalami wabah dengue atau chikungunya. Namun, keberadaan vektor meningkatkan kemungkinan terjadinya penularan apabila virus masuk ke wilayah tersebut dan kondisi lain mendukung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.