Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sany dan ITB Perkuat Kolaborasi Riset, Teknologi, dan Pengembangan Talenta Indonesia

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:38 WIB | Oleh:
Sany dan ITB Perkuat Kolaborasi Riset, Teknologi, dan Pengembangan Talenta Indonesia Doc: Sany
Ket. Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU), delegasi ITB meninjau fasilitas produksi Sany di Karawang. Kerja sama keduanya bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, riset, teknologi, magang, serta pengembangan talenta Indonesia.

JAKARTA – PT Sany Heavy Industry Indonesia memperkuat kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas keterlibatan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan lulusan ITB dalam lingkungan industri, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan sektor konstruksi, pertambangan, energi, dan manufaktur.

Penandatanganan MoU berlangsung di fasilitas PT Sany Industry Machinery di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Dokumen kerja sama ditandatangani Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. dan Presiden Direktur PT Sany Heavy Industry Indonesia Li Dao.

Ruang lingkup kerja sama antara lain meliputi program magang, work-integrated learning, peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi. Di bidang penelitian dan inovasi, kedua pihak juga membuka peluang penelitian bersama, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan fasilitas penelitian yang dimiliki masing-masing institusi.

Membuka Akses Talenta ke Industri

Chairman of Sany Asia Pacific Zhang Song mengatakan, pengembangan talenta lokal menjadi salah satu bagian penting dari strategi pertumbuhan Sany di Indonesia. Sekitar 91 persen tenaga kerja Sany di Karawang saat ini merupakan tenaga kerja lokal.

Ia mengungkapkan, ke depan perusahaan ingin memperluas peran tenaga profesional Indonesia agar tidak hanya terlibat dalam kegiatan operasional dan produksi, tetapi juga berkembang ke posisi profesional dan kepemimpinan di berbagai fungsi perusahaan.

Menurut Zhang, kerja sama dengan ITB menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas akademik dan riset perguruan tinggi.

“Pengembangan talenta lokal merupakan bagian penting dari pertumbuhan Sany di Indonesia. Saat ini, sekitar 91 persen tenaga kerja Sany di Karawang merupakan tenaga kerja lokal,” kata Zhang melalui keterangannya pada hari Kamis (3/9).

Zhang menambahkan, kerja sama tersebut dapat memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti ITB untuk memahami perkembangan industri serta teknologi global. Selain pengalaman industri di Indonesia, talenta ITB juga berpeluang mempelajari teknologi dan berkolaborasi dengan pusat penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) serta ekosistem Sany di Tiongkok.

“Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam jaringan global Sany. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi Sany ke depan,” ujarnya.

Sejalan dengan Digitalisasi dan Dekarbonisasi

Kolaborasi perguruan tinggi dan industri dinilai semakin penting seiring perubahan teknologi di sektor manufaktur dan alat berat. Sany sendiri menempatkan globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi sebagai bagian dari arah pengembangan bisnisnya. Dalam konteks kerja sama dengan ITB, perusahaan berkomitmen mendorong kegiatan R&D, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.

Deputy General Manager/Director Government Relations Sany Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan talenta yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang mengisi posisi strategis di masa depan,” kata Saanjay.

Ia mengatakan kerja sama tersebut juga dirancang dengan pendekatan lintas disiplin. Dengan demikian, berbagai bidang keilmuan yang dimiliki ITB dapat dilibatkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Rona
5 Fitur Spotify yang Belum ...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.