Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tinggal Selangkah Lagi! Penyaluran B50 Tembus 94 Persen SPBU

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tinggal Selangkah Lagi! Penyaluran B50 Tembus 94 Persen SPBU Doc: ANTARA/ Putu Indah Savitri.
Ket. Ilustrasi-Tangki penyimpanan B40, B50, dan B100 di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat.

JAKARTA – Mandatori biodiesel B50 menjadi langkah agresif Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memperbesar penyerapan minyak sawit domestik.

Namun, di balik ambisi tersebut, kebijakan ini bukan tanpa konsekuensi. Kebutuhan bahan baku yang semakin besar, kesiapan industri, biaya produksi, hingga potensi tekanan terhadap pasokan minyak sawit perlu dihitung matang.

Langkah itu dilakukan agar target energi terbarukan tidak justru memunculkan persoalan baru di sektor pangan dan perdagangan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyatakan bahwa hingga 5 September 2026 sebanyak 6.050 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau 94 persen telah menyalurkan mandatori biodiesel B50, dari total 6.412 SPBU yang ada.

"Masih 362 SPBU yang belum menyalurkan B50 karena masih menyalurkan B40," kata Ega di Jakarta, Selasa (8/9), saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR.

Ega mengatakan bahwa dari laporan Marketing Operation Region (MOR) yang tersebar di delapan wilayah, rata-rata sudah menyalurkan B50 di atas 90 persen hanya satu MOR yang berada di Maluku dan Papua baru 65 persen.

"Untuk di Maluku dan Papua masih menghabiskan stok B40, karena stok masih cukup banyak," ujarnya.

Sementara dari 121 terminal BBM milik Pertamina kata Ega, hanya satu terminal yang belum menyalurkan B50 yaitu Terminal BBM Sintang, Kalimantan Barat, dikarenakan terkendala pendangkalan sungai.

"Adapun 1 Terminal BBM yang berada di Sintang belum dapat menyalurkan B50 karena faktor cuaca yaitu sungai mengalami penyusutan," katanya.

Ia memastikan bahwa selama mandatori B50 diterapkan secara umum berjalan dengan baik dan untuk pengaduan pelanggan pun tidak terlalu signifikan.

Bahkan kata dia, terdapat peningkatan penjualan biosolar yang subsidi setelah terjadi kenaikan harga solar nonsubsidi.

"Sampai dengan saat ini tidak ada komplain yang signifikan," katanya menambahkan.

Dengan mayoritas SPBU telah menyalurkan biodiesel B50, implementasi mandatori ini memasuki tahap yang semakin luas di tingkat konsumen.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat penggunaan energi terbarukan dan menekan ketergantungan pada impor BBM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Semburan asap di Pasar Baru

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.