Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 07:52 WIB | Oleh:
Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan Doc: ist
Ket. laris lagi

JAKARTA – Masalah masker ramai lagi setelah abu letusan Krakatau terbang ke mana-mana. Masker yang dirujuk salah satunya N95. Meski begitu masih ada 5 persen abu yang dapat menembusnya, kecuali dibasahi. Masker basah lebih sulit ditembus abu.

Guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) menyampaikan bahwa masker N95 bisa digunakan untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.

"N95 itu masker yang bisa menahan 95 persen partikel yang ada di udara. Jadi yang masuk itu tetap ada yang masuk, tapi cuma 5 persen, jadi lebih sedikit masuknya," katanya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.

"Kalau makin sedikit kan tentu bahayanya, walaupun mungkin ada, tapi akan lebih sedikit ya dibandingkan enggak ya," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa masker biasa, termasuk masker berbentuk duckbill, juga bisa digunakan untuk menangkal paparan debu meski kemampuannya dalam menyaring partikel halus lebih rendah.

"Daripada enggak ada tetap masih lebih bagus kalau ada, tapi tentu lebih bagus kalau pakainya yang ideal," katanya.

Menanggapi penggunaan masker yang dibasahi, Prof. Faisal mengatakan bahwa logikanya kalau masker dibasahi maka partikel debu akan melekat pada permukaan masker sehingga tidak masuk ke saluran napas.

"Kalau dia basah kan ada debu langsung nempel, enggak kemana-mana lagi. Jadi teorinya sih betul-betul aja," katanya.

Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM menyampaikan bahwa masker yang direkomendasikan untuk menangkal paparan abu vulkanik antara lain masker N95, KN95, dan FFP2.

"N95/KN95/FFP2 pilihan terbaik, asalkan terpasang rapat tanpa celah di sisi hidung dan pipi," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan bahwa masker bedah berlipat juga cukup membantu bila dipakai dengan baik, dipastikan menutup mulut dan hidung. "Masker kain paling lemah, hanya untuk keadaan darurat bila tidak ada pilihan lain," katanya.

Dia menyampaikan bahwa membasahi masker tidak akan meningkatkan kemampuannya dalam menyaring abu vulkanik. "Yang terjadi hanyalah rasa lebih sejuk dan lega yang menimbulkan rasa aman palsu," katanya.

Menurut dia, masker yang dibasahi bisa lebih sulit ditembus udara sehingga pemakainya akan merasa lebih berat saat bernapas. Masker yang lembab juga bisa menjadi media pertumbuhan kuman.

Dokter Sukamto menekankan pentingnya memastikan masker menutup area mulut dan hidung dengan baik agar debu tidak masuk ke dalam tubuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Nawanug gunawaN
Nawanug gunawaN
08 Sep 2026, 20:47 WIB.

Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , U I... kacau Masker dibasahin rusakkkkk minah!
Masker bekerja menyaring dgn cara lapisan listrik statis. Lu basahin rusak!

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Kasus Kekerasan Seksual Mem...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.