Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hidrogel Penghantar Obat untuk Terapi Kanker Hati

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 07:27 WIB | Oleh:
Hidrogel Penghantar Obat untuk Terapi Kanker Hati Doc: Sumber: Bhatia Lab/MIT
Ket. Para peneliti menggunakan perangkat mikrofluida untuk menghasilkan mikrosfer hidrogel dengan bentuk dan ukuran yang seragam. Bola-bola ini kemudian dicampur dengan hepatosit dan disuntikkan ke dalam tubuh, di mana mereka membentuk hati mini yang stabil.

KANKER hati adalah pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali di dalam organ hati yang membentuk tumor ganas. Kanker ini memiliki risiko kekambuhan dan sering baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap lanjut.

Ilmuwan dari Terasaki Institute for Biomedical Innovation (TIBI) mengembangkan hidrogel yang dapat disuntikkan atau diberikan melalui kateter untuk meningkatkan pengobatan hepatocellular carcinoma (HCC), salah satu jenis kanker hati yang mematikan.

Material tersebut dirancang sebagai sistem penghantaran obat yang mampu melepaskan kombinasi obat kemoterapi dan imunoterapi secara bertahap dan terkontrol di sekitar tumor. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Advanced Functional Materials tersebut, pendekatan ini menunjukkan kemampuan menekan pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap tumor.

HCC merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Para peneliti memperkirakan sekitar satu juta kasus baru HCC akan terdiagnosis pada 2025. Pilihan pengobatan yang efektif masih menjadi tantangan.

Pada tumor hati berukuran kecil yang terdiagnosis lebih awal, operasi pengangkatan tumor dapat dilakukan. Namun, kekambuhan dilaporkan terjadi pada sekitar 70 persen pasien dalam kelompok tersebut. Transplantasi hati juga dapat menjadi pilihan, tetapi terbatasnya ketersediaan donor membuat terapi tersebut tidak dapat diberikan kepada seluruh pasien.

Perbaiki Keterbatasan Terapi TACE

Salah satu terapi yang umum digunakan untuk HCC adalah trans-arterial chemoembolization (TACE). Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan partikel microbead melalui kateter menuju pembuluh arteri yang memasok darah ke tumor.

Partikel tersebut kemudian menyumbat aliran darah menuju tumor sehingga mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi. Pada saat yang sama, microbead dapat membawa obat antikanker untuk meningkatkan konsentrasi obat di sekitar tumor.

Pendekatan ini memungkinkan obat diarahkan secara lebih spesifik dibandingkan pemberian kemoterapi secara sistemik. Namun, TACE masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Salah satunya adalah distribusi microbead yang tidak selalu merata. Partikel dapat pecah atau menggumpal sehingga tidak mampu menembus jaringan tumor secara optimal. Selain itu, penghantaran obat kemoterapi saja belum tentu cukup untuk menghancurkan seluruh sel kanker. Tumor dapat berkembang tanpa terkendali karena mampu menekan respons sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, imunoterapi menjadi pendekatan yang semakin penting. Obat imunoterapi dapat membantu mengatasi mekanisme penekanan sistem kekebalan tersebut sehingga pertahanan alami tubuh kembali mengenali dan menyerang sel kanker.

Gabungan Kemoterapi dan Imunoterapi

Tim TIBI memanfaatkan karakteristik doxorubicin (DOX), obat kemoterapi yang diketahui dapat memicu immunogenic cell death atau kematian sel yang sekaligus merangsang respons kekebalan terhadap tumor.

Mereka kemudian merancang sistem penghantaran yang dapat memberikan dua jenis obat, yakni DOX dan anti-PD-1, secara berurutan, terarah, dan berkelanjutan. Untuk itu, mereka mengembangkan hidrogel berbahan gelatin yang mengandung Laponite®, sejenis nanoclay.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.