Ketahanan Siber dan Tata Kelola AI Jadi Fondasi Kepercayaan Bisnis di Era Ekonomi Digital
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 22:28 WIB | Oleh: Haryo BronoTata Kelola AI Mulai Menjadi Perhatian
Selain keamanan siber, tata kelola AI menjadi aspek lain yang semakin penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi tersebut.
Organisasi membutuhkan mekanisme untuk mengetahui bagaimana sistem AI digunakan, siapa yang bertanggung jawab atas penggunaannya, bagaimana risiko dikelola, serta sejauh mana manusia tetap memiliki kendali atas proses yang melibatkan AI.
Indonesia mulai membangun kerangka tersebut di sejumlah sektor. Pada 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan panduan tata kelola kecerdasan artifisial untuk industri perbankan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Panduan tersebut antara lain menekankan prinsip keandalan, akuntabilitas, serta pengawasan manusia dalam penggunaan AI. Kerangka tersebut juga dirancang untuk melengkapi ketentuan mengenai ketahanan siber dan keamanan yang telah berlaku di sektor perbankan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa tata kelola AI mulai bergeser dari sekadar pembahasan mengenai etika teknologi menjadi bagian dari ekspektasi terhadap pengelolaan risiko perusahaan.
Kompleksitas Infrastruktur Jadi Tantangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Penerapan tata kelola dan ketahanan teknologi juga menghadapi tantangan dari semakin kompleksnya lingkungan TI perusahaan.
Karyawan kini menggunakan berbagai perangkat dan aplikasi, sedangkan infrastruktur perusahaan dapat tersebar di lingkungan cloud, on-premises, maupun hybrid. Penggunaan AI dan otomasi kemudian menambah lapisan teknologi baru dalam ekosistem tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, sebuah gangguan pada aplikasi belum tentu berasal dari aplikasi itu sendiri. Masalah dapat terjadi pada jaringan, perangkat pengguna, sistem autentikasi, maupun infrastruktur pendukung lainnya.
Tanpa visibilitas yang memadai terhadap seluruh lingkungan TI, proses identifikasi sumber masalah dapat berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat respons terhadap insiden dan memperbesar dampaknya terhadap operasional.
Salah satu pendekatan yang berkembang untuk menghadapi kompleksitas tersebut adalah unified IT management atau manajemen TI terpadu.
Pendekatan ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas terhadap berbagai komponen lingkungan TI, mulai dari endpoint, jaringan, aplikasi, hingga infrastruktur. Dengan pemantauan yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi masalah lebih awal dan mempercepat respons ketika terjadi gangguan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!