Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi Atasi Kebakaran, Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

📅 Senin, 10 Agu 2026, 00:15 WIB | Oleh:
Perkuat Kolaborasi Atasi Kebakaran, Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Butuh Keterlibatan Banyak Pihak Doc: Antara foto/HO-BPBD Probolinggo
Ket. Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo, di Kabupaten Probolinggo, Minggu (9/8).

PROBOLINGGO - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara terpadu karena medan di kawasan Bromo cukup sulit.

"Kami koordinasikan bersama karena penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak," katanya usai turun langsung meninjau kondisi kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Minggu.

Ia melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mengikuti koordinasi penanganan kebakaran bersama unsur pemerintah, TNI, BPBD, pengelola taman nasional dan para relawan.

Koordinasi tersebut diikuti Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Rudjanta Tjahja Nugraha, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudho Apriantono, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta sejumlah perwakilan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan P30 Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo hingga area Penanjakan 1, sehingga petugas gabungan terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Sebelum menuju titik-titik terdampak, tim gabungan terlebih dahulu menyusun strategi pemadaman dengan mempertimbangkan arah angin, kondisi vegetasi serta tingkat kesulitan medan. Upaya pemadaman kemudian dilakukan melalui kombinasi jalur darat dan operasi udara.

"Pemadaman kami lakukan dengan melihat kondisi dan medan di lapangan. Ada pemadaman darat dan juga kami dukung dengan pemadaman dari udara," katanya.

Untuk mendukung operasi udara, tiga helikopter pengebom air dikerahkan menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau personel. Dari darat, petugas juga menggunakan tujuh mobil pemadam kebakaran dan tiga drone water spray untuk membantu penanganan di sejumlah area yang terbakar.

Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman manual, membuka jalur serta menyisir kawasan yang masih ditemukan bara api. Mereka berasal dari unsur TNI, BPBD, BB-TNBTS dan relawan.

"Meski demikian, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Angin yang berubah-ubah menjadi salah satu kendala utama karena dapat menyebabkan api kembali menyebar ke kawasan lain," ujarnya.

Selain faktor cuaca, petugas menghadapi keterbatasan peralatan manual karena alat gepyok yang digunakan untuk memadamkan api di sejumlah titik bahkan telah habis digunakan.

Medan yang terjal dan sebagian besar berupa perbukitan membuat akses menuju titik kebakaran tidak selalu bisa ditempuh kendaraan, sehingga petugas harus berjalan kaki dan membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pemadaman.

Oleh karena itu, operasi darat dan udara terus dikombinasikan agar titik-titik api yang sulit dijangkau tetap dapat ditangani.

Berdasarkan data sementara hingga Minggu, kawasan yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare dengan vegetasi yang terdampak meliputi hamparan rumput khas pegunungan dan sejumlah jenis tanaman yang tumbuh di kawasan konservasi, termasuk bunga edelweiss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Luar Negeri
India Incar Prancis Gabung ...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.