Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 06:40 WIB | Oleh: Winoto Wahyu
Doc: freepik
Jakarta - Dalam dunia militer dan kepolisian Indonesia, istilah "pecah bintang" adalah momen puncak karier bagi seorang perwira menengah. Secara harfiah, ini berarti seorang perwira yang sebelumnya menyandang tanda pangkat berbentuk "bunga melati" (atau pangkat kolonel/kombes) lalu naik pangkat dan resmi menyandang "bintang emas" di pundaknya, menandakan kenaikan pangkat ke golongan Perwira Tinggi (Pati).
Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal di Militer dan Polri
Prosesi ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengakuan atas dedikasi, integritas, dan kinerja luar biasa selama puluhan tahun pengabdian. Di Kepolisian, "pecah bintang" biasanya menandai kenaikan pangkat dari Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) . Di TNI, proses serupa terjadi dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal (TNI AD), Marsekal Pertama (AU), atau Laksamana Pertama (AL). Pangkat bintang ini terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari Bintang Satu hingga Bintang Empat, yang masing-masing membawa tanggung jawab kepemimpinan yang semakin besar.
Contoh nyata dapat dilihat pada mutasi besar-besaran di tubuh Polri. Dalam sebuah upacara kenaikan pangkat, puluhan perwira menengah resmi "pecah bintang" untuk mengemban jabatan baru yang lebih strategis . Mereka ditempatkan di berbagai posisi vital, mulai dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), pejabat utama di Markas Besar (Mabes), hingga penugasan di lembaga negara lain seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Kasus lain terjadi di lingkungan TNI, di mana ajudan Presiden yang juga merupakan perwira menengah, mendapatkan kepercayaan dan promosi jabatan yang mengantarkannya "pecah bintang" menjadi perwira tinggi . Ini menunjukkan bahwa "pecah bintang" adalah buah dari kepercayaan pimpinan dan hasil dari rekam jejak pengabdian yang gemilang, sekaligus menjadi awal dari babak baru pengabdian dengan beban dan tanggung jawab yang lebih besar bagi bangsa dan negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!