Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensesneg: Pemerintah akan Gencarkan Budaya Membaca bagi Pelajar

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 19:43 WIB | Oleh:
Mensesneg: Pemerintah akan Gencarkan Budaya Membaca bagi Pelajar Doc: RRI/Sugandi
Ket. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 

JAKARTA - Pemerintah kembali menggalakan budaya wajib membaca bagi kalangan pelajar di Tanah Air. Kebiasaan membaca harus menjadi kebiasaan di keluarga di Indonesia.

"Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku. Itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada wartawan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).

Menteri Prasetyo mengatakan buku adalah sumber ilmu sehingga kebiasaan membaca sangat penting. Ia terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen) untuk menggalakan kembali budaya membaca.

Menteri Prasetyo Hadi pun memberikan contoh pola pendidikan didalam keluarga Presiden Prabowo Subianto yang kemudian menjadi salah satu inspirasi pemerintah untuk menggalakan budaya membaca buku. Menteri Prasetyo bercerita, ayah dari Presiden Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo mewajibkan anak-anaknya untuk membaca buku.

Setelah membaca buku, diwajibkan untuk membuat rangkuman atau ringkasan. Kebiasaan tersebut diterapkan sejak Presiden Prabowo masih belia.

"Salah satu resep di kekuarga bapak presiden, sejak usia belia, keluarga Pak Mitro mewajibkan putra dan putrinya setiap minggu membaca buku. Kemudian membuat rangkuman atau resensi dan disampaikan ke orang tua," ujar dia.

Salah satu upaya untuk membiasakan budaya membaca, Presiden Prabowo akan memperbaharui buku pelajaran atau buku ajar baik secara kualitas materi maupun fisik atau tampilan. Buku pelajaran harus menarik minat siswa untuk membaca sehingga tampilan harus diperbaiki.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden Prabowo ingin buku pelajaran dengan huruf tulisan yang nyaman untuk siswa dan kualitas buku tahan lama. Karena, dalam kunjungan Presiden Prabowo mendapati buku rusak, huruf tulisan kecil sehingga tidak bagus untuk kesehatan mata.

"Saat mengecek buku pelajaran, beliau lihat satu persatu, kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga. Kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik," kata Seskab Teddy. ils/-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Mulai 25 Oktober, UMKM Dapa...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.