Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit Doc: Istimewa
Ket. Spekulasi mengenai kesehatan Mojtaba sebenarnya bukan hal baru. Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba hampir tidak pernah terlihat di depan publik.

TEL AVIV - Kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan yang menyebut kondisinya memburuk dan bahkan berada dalam keadaan sangat kritis.

The New Indian Express melaporkan, media Israel mengutip sumber yang disebut dekat dengan pemerintahan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Menurut laporan tersebut, Mojtaba dikabarkan sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisi fisiknya disebut sangat buruk.

Klaim itu kemudian semakin ramai setelah Channel 14 Israel melaporkan bahwa Mojtaba berada dalam kondisi yang sangat kritis dan disebut berpotensi meninggal dalam waktu dekat. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen yang memastikan tingkat keparahan kondisi tersebut. 

Spekulasi mengenai kesehatan Mojtaba sebenarnya bukan hal baru. Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba hampir tidak pernah terlihat di depan publik.

Ia kemudian ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada Maret. Namun, berbeda dengan pendahulunya, Mojtaba belum tampil secara langsung di hadapan masyarakat. Pesan-pesan yang dikaitkan dengannya selama ini lebih banyak disampaikan dalam bentuk pernyataan tertulis atau dibacakan melalui media pemerintah. 

Absennya Mojtaba bahkan menjadi semakin mencolok ketika Iran menggelar rangkaian pemakaman besar untuk Ali Khamenei pada Juli. Para pejabat senior dan anggota keluarga hadir dalam berbagai prosesi, sementara Mojtaba tetap tidak terlihat. Kondisi tersebut membuat rumor mengenai kesehatan dan keberadaannya terus berkembang. 

Sebelumnya, berbagai laporan juga menyebut Mojtaba mengalami luka dalam serangan 28 Februari. Reuters melaporkan sumber-sumber yang dekat dengan lingkaran dalamnya menyebut ia mengalami cedera serius pada bagian wajah dan kaki. Presiden Pezeshkian pada Juli bahkan mengatakan komunikasi dengan pemimpin tertinggi itu terus meningkat dari hari ke hari. 

Namun, pemerintah Iran berkali-kali membantah kabar bahwa kondisi Mojtaba separah yang diberitakan. Pejabat Kementerian Kesehatan Iran pada Mei menyebut luka yang dialaminya bersifat ringan atau superfisial dan tidak menyebabkan amputasi maupun gangguan permanen. Pejabat lain dari kantor Pemimpin Tertinggi juga sebelumnya mengatakan Mojtaba berada dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan tugasnya. 

Di sinilah muncul pertanyaan besar: apakah laporan terbaru mengenai kondisi kritis Mojtaba merupakan perkembangan baru, atau kembali menjadi bagian dari perang informasi di tengah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat?

Sampai saat ini, belum tersedia bukti publik yang cukup untuk memastikan bahwa Mojtaba benar-benar berada dalam kondisi “sangat kritis” seperti yang diklaim media Israel. Yang relatif jelas adalah bahwa ia memang mengalami cedera dalam serangan Februari dan sudah berbulan-bulan tidak tampil di depan publik.

Reuters pada Juli juga mencatat bahwa alasan tidak munculnya Mojtaba berkaitan dengan kombinasi faktor kesehatan dan keamanan. Bahkan ketika ia tetap menjalankan peran politiknya, keterbatasan penampilan publik membuat kondisi sebenarnya sulit diverifikasi. 

Dengan demikian, kabar terbaru mengenai Mojtaba Khamenei masih berada di antara informasi, klaim sumber, dan spekulasi. Jika benar kondisinya memburuk, situasi itu berpotensi kembali menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menjalankan pengambilan keputusan tertinggi di Iran.

Namun untuk saat ini, belum tepat menyimpulkan bahwa Mojtaba Khamenei sedang berada di ambang kematian hanya berdasarkan laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Nasional
Demam Bukan Selalu Flu! Ken...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.