Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencarkan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, IESR Sebut Strategi Multijalur Jadi Kunci Percepatan PLTS 100 GW

📅 Senin, 10 Agu 2026, 00:04 WIB | Oleh:
Gencarkan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, IESR Sebut Strategi Multijalur Jadi Kunci Percepatan PLTS 100 GW Doc: Antara foto
Ket. Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa memberi keterangan kepada media di Jakarta, Kamis (6/8).

JAKARTA - Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai bahwa keberhasilan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) membutuhkan kepemimpinan yang terpadu dan strategi multijalur dari pemerintah.

"Strategi multijalur harus diterapkan, agar program ini dapat terlaksana efektif, menjawab kebutuhan yang beragam, dan tidak bergantung pada satu skema proyek atau satu sumber pembiayaan," kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa di Jakarta, Minggu.

IESR kata Febby menilai pencapaian PLTS 100 GW membutuhkan strategi multijalur, di mana pemerintah perlu menggabungkan proyek skala besar, PLTS atap, dedieselisasi, listrik desa, kegiatan ekonomi produktif, dan penggantian pembangkit fosil secara bertahap.

Pembangunan kata dia, tidak dapat hanya bergantung pada proyek PLTS skala besar yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Febby mengatakan bahwa proyek PLTS 100 GW ini dapat diimplementasikan melalui beberapa jalur di antaranya, percepatan PLTS atap untuk rumah tangga, bangunan komersial, dan industri.

Kemudian program listrik desa, peningkatan kualitas akses listrik desa melalui Koperasi Desa Merah Putih atau BUMDes, hingga mampu mendukung kegiatan produktif.

"Selain itu perluasan program dedieselisasi melalui PLTS dan baterai, percepatan proyek PLTS skala besar dalam RUPTL, pemanfaatan PLTS sebagai penyuplai listrik fasilitas pendukung PLTU dan lain sebagainya," ujarnya.

Tidak hanya itu pemerintah juga perlu membatalkan rencana PLTU dan PLTG baru yang belum memasuki tahap konstruksi, serta penurunan faktor kapasitas pembangkit fosil eksisting dan penggantiannya dengan PLTS serta baterai.

Dengan pendekatan tersebut, kata dia, kapasitas kumulatif PLTS secara teknis dapat mencapai sekitar 80 GW pada 2030. Namun, IESR menekankan bahwa upaya lebih diperlukan, terutama implementasi PLTS terdistribusi dari berbagai aktor, untuk mencapai kapasitas 100 GW pada 2030.

"Di samping itu, implementasi tetap harus memperhatikan kesiapan sistem dan sumber daya manusia, perkembangan rantai pasok industri, keberlanjutan pembiayaan, dan kualitas proyek," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Mino WINNER Kembali Jalani ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.