Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Kewirausahaan Harus Terus Digencarkan, 59 Persen Tenaga Kerja Indonesia Masuk Sektor Informal

📅 Senin, 10 Agu 2026, 00:14 WIB | Oleh:
Penguatan Kewirausahaan Harus Terus Digencarkan, 59 Persen Tenaga Kerja Indonesia Masuk Sektor Informal Doc: Antara foto/HO-Humas Pemkot Makassar
Ket. Ilustrasi. Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Sukro Muhab dan disabilitas Makassar pada pelaksanaan pelatihan bagi disabilitas di Makassar.

MAKASSAR - Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Sukro Muhab menyampaikan bahwa saat ini sekitar 59 persen tenaga kerja Indonesia berada pada sektor informal.

Maka dari itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melakukan penguatan kewirausahaan harus terus didorong melalui berbagai program pelatihan, vokasi, serta perluasan kesempatan kerja.

"Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya melalui keterangannya di Makassar, Minggu.

Terkait hal ini, Sukro Muhab mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar atas dukungannya terhadap pelaksanaan program perluasan kesempatan kerja dengan memberikan cinderamata kepada Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.

Dia menegaskan bahwa pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan Layanan Kewirausahaan, Sosialisasi Penempatan Disabilitas, dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) yang diselenggarakan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari Kementerian Ketenagakerjaan RI di Makassar.

Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI, khususnya BPKK Kendari, yang telah memilih Kota Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan tersebut.

"Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.

Kata Aliyah, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sinergi bersama Kementerian Ketenagakerjaan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi angkatan kerja, menekan angka pengangguran, serta mendorong tumbuhnya pelaku usaha mikro yang tangguh.

Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi, kemampuan, dan semangat yang sama untuk berkembang apabila diberikan ruang dan kesempatan yang adil.

"Sesungguhnya penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti kita semua. Yang membedakan hanya kondisi fisik, tetapi semangat, kemampuan, dan tekad mereka tidak kalah dengan siapa pun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.