Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Schneider Electric Kaji Risiko Arc Flash pada Sistem 800 VDC untuk Data Center AI

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 22:47 WIB | Oleh:
Schneider Electric Kaji Risiko Arc Flash pada Sistem 800 VDC untuk Data Center AI Doc: Schneider Electric
Ket. Ilustrasi pusat data. Schneider Electric merilis studi risiko arc flash pada sistem 800 VDC untuk data center AI, dengan simulasi dan digital twin untuk memperkuat keselamatan.

JAKARTA — Schneider Electric merilis studi mengenai risiko arc flash pada arsitektur kelistrikan 800 VDC yang mulai dikembangkan untuk mendukung kebutuhan daya tinggi pada data center berbasis kecerdasan buatan (AI).

Studi tersebut membandingkan dua arsitektur 800 VDC yang mewakili desain yang mulai diterapkan di industri, termasuk pola yang mengacu pada praktik perusahaan hyperscaler. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik gangguan, tingkat energi yang dihasilkan, serta strategi perlindungan yang dapat diterapkan pada sistem kelistrikan data center.

Arc flash merupakan pelepasan energi listrik secara tiba-tiba yang dapat menghasilkan panas ekstrem dan menimbulkan risiko cedera serius bagi pekerja maupun kerusakan pada peralatan.

Menurut Schneider Electric, hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat risiko arc flash pada sistem 800 VDC tidak hanya ditentukan oleh besarnya tegangan. Arsitektur sistem, lokasi kapasitor, karakteristik gangguan, serta kecepatan perangkat proteksi dalam memutus arus turut memengaruhi besarnya energi yang dilepaskan.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa risiko arc flash pada sistem 800 VDC masih dapat dikelola, termasuk dalam skenario dengan kontribusi energi besar dari kapasitor. Dalam sejumlah kondisi, tingkat risiko yang dihasilkan disebut dapat berada pada kisaran yang sebanding dengan sistem distribusi AC yang umum digunakan di data center.

800 VDC untuk Data Center Berdaya Tinggi

Kajian tersebut dilakukan ketika industri data center mulai menghadapi kebutuhan kepadatan daya yang semakin tinggi akibat perkembangan AI.

Arsitektur 800 VDC dikembangkan untuk mendukung rak teknologi informasi (TI) dengan kebutuhan daya mencapai 400 kW atau lebih. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari perkembangan data center berskala besar dan AI Factories yang membutuhkan pasokan listrik lebih besar untuk menjalankan sistem komputasi berperforma tinggi.

Transisi tersebut dipimpin oleh NVIDIA bersama sejumlah mitra teknologi energi, termasuk Schneider Electric.

Distribusi daya pada tegangan 800 VDC dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memasok listrik secara lebih efisien ke rak dengan kapasitas daya tinggi. Namun, peningkatan tegangan operasi juga membawa tantangan keselamatan yang membutuhkan evaluasi terhadap karakteristik gangguan, koordinasi sistem proteksi, dan prosedur kerja.

“Distribusi daya 800 VDC merupakan perubahan besar dalam desain data center, tetapi juga menghadirkan aspek keselamatan yang perlu dikaji secara menyeluruh,” ujar Manish Kumar, EVP Secure Power & Data Centers Schneider Electric melalui siaran pers pada hari Kamis (6/8).

Menurut Kumar, kolaborasi dengan perusahaan hyperscaler menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan kerangka bagi para insinyur dan profesional keselamatan dalam mengevaluasi risiko arc flash pada sistem 800 VDC.

Kerangka tersebut mencakup pemahaman terhadap karakteristik gangguan, penetapan praktik kerja yang aman, serta perancangan sistem proteksi yang sesuai dengan arsitektur kelistrikan.

Membandingkan Dua Arsitektur 800 VDC

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.