Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Berhasil Rancang Virus Baru dari Nol, Ilmuwan AS Ungkap Terobosan yang Bikin Dunia Sains Tercengang

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
AI Berhasil Rancang Virus Baru dari Nol, Ilmuwan AS Ungkap Terobosan yang Bikin Dunia Sains Tercengang Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Kegiatan di laboratorium.

Los Angeles - Kecerdasan buatan (AI) digunakan tim peneliti di Amerika Serikat (AS) untuk merancang genom lengkap bakteriofag baru yang tidak ditemukan di alam. Terobosan tersebut menjadi langkah awal menuju pengembangan terapi fag yang dirancang menggunakan AI, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Penelitian yang dipimpin Brian Hie, asisten profesor Universitas Stanford sekaligus peneliti inovasi di Arc Institute, menggunakan dua model bahasa genom, Evo 1 dan Evo 2, untuk menghasilkan genom fag dengan arsitektur genetik yang realistis serta kemampuan menginfeksi Escherichia coli (E. coli).

Bakteriofag atau fag merupakan virus yang menginfeksi bakteri dan tidak menyerang manusia, hewan, atau tumbuhan. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menghasilkan dan menyaring ribuan urutan kandidat sebelum memilih hampir 300 rancangan untuk diuji.

Sebanyak 285 rancangan berhasil disintesis dan dirakit di dalam sel E. coli. Dari jumlah tersebut, 16 menghasilkan bakteriofag viabel yang mampu bereproduksi dan membunuh bakteri dalam pengujian laboratorium.

Sejumlah fag hasil rancangan AI bahkan menunjukkan kemampuan membunuh E. coli yang lebih baik dibandingkan fag alami phiX174 dalam uji kompetisi langsung. Campuran fag rancangan tersebut juga mampu menyerang galur E. coli yang telah resisten terhadap phiX174.

Hasil tersebut dinilai menunjukkan potensi penggunaan AI dalam merancang terapi fag yang dapat beradaptasi menghadapi bakteri yang terus berkembang dan menjadi resisten terhadap pengobatan.

Evo 1 dan Evo 2 bekerja dengan prinsip serupa model bahasa besar, tetapi digunakan untuk memprediksi urutan genetik. Kedua model tersebut dilatih menggunakan data jutaan genom alami yang mencakup virus, bakteri, tumbuhan, hingga hewan.

Para peneliti menyebut pendekatan tersebut memperluas kemampuan genomika sintetis, yang selama ini juga dikembangkan melalui metode seperti evolusi terarah dan rekayasa rasional. Teknologi tersebut berpotensi menjadi dasar untuk merancang genom biologis yang lebih besar dan kompleks di masa depan.

Namun, terobosan tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan hayati. Dalam artikel Perspective yang menyertai studi tersebut, Thomas Inglesby dan Moritz Hanke dari Universitas Johns Hopkins menyerukan agar skrining terhadap pesanan materi genetik sintetis yang berpotensi berbahaya diwajibkan secara hukum.

Mereka menilai pengawasan tidak seharusnya hanya bergantung pada mekanisme perlindungan sukarela, mengingat teknologi AI kini semakin mampu merancang sistem biologis baru pada skala genom.

Para peneliti menyatakan hasil tersebut merupakan langkah awal dalam desain genom berbasis AI yang berpotensi memperluas kemampuan pengurutan dan sintesis genom untuk berbagai sistem biologis dan aplikasi pengobatan di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.