Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelestarian Budaya, 1.685 Layangan Meriahkan Mel Tanjung Kite Festival di Sanur Bali

📅 Senin, 10 Agu 2026, 00:08 WIB | Oleh:
Pelestarian Budaya, 1.685 Layangan Meriahkan Mel Tanjung Kite Festival di Sanur Bali Doc: Antara foto/HO-Humas Pemkot Denpasar
Ket. Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama panitia Mel Tanjung Kite Festival (MTKF) XVII Tahun 2026 menarik layangan di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (9/8).

DENPASAR - Sebanyak 1.685 layangan berbagai jenis tradisional dan kreasi memeriahkan Mel Tanjung Kite Festival (MTKF) XVII Tahun 2026 di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Minggu.

Festival yang digelar ST. Eka Dharma, Banjar Tanjung, Desa Sanur Kauh, tersebut secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, ditandai dengan menarik layangan di kawasan pantai sebelum dilanjutkan dengan menyaksikan perlombaan.

Pembina Mel Tanjung Kite Festival I Wayan Mariyana Wandhira mengatakan MTKF tahun ini mengusung tema “Bhumi Samudra Akasa Sanggama", menggambarkan keharmonisan antara darat, laut, dan udara sebagai fondasi lahir dan lestari budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wahana untuk memberikan ruang gerak kepada para pelayang agar dalam bermain layangan tetap mengedepankan rasa tanggung jawab serta meningkatkan rasa kebersamaan di antara generasi muda dan masyarakat pelayang pada khususnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan MTKF XVII menjadi salah satu ruang bagi masyarakat mempertahankan keberadaan layangan tradisional di tengah perkembangan zaman.

Layangan, katanya, tidak hanya permainan, namun juga menjadi bagian aktivitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Untuk menarik minat berbagai kalangan, panitia menghadirkan sejumlah kategori perlombaan. Kategori yang dipertandingkan meliputi remaja dan dewasa dengan jenis layangan tradisional maupun kreasi.

Sejumlah layangan tradisional yang dilombakan, antara lain Bebean, Bebean Big Size, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Big Size, Pecuk, serta layangan mini. Panitia juga menghadirkan seri layangan plastik dan celepuk.

Khusus layangan tradisional, peserta diwajibkan menggunakan kain dengan corak warna Bali, yakni merah, kuning, hitam, dan putih. Ketentuan tersebut menjadi salah satu cara mempertahankan karakter visual layangan tradisional Bali dalam setiap perlombaan.

Peserta MTKF XVII berasal dari sekaa (perkumpulan remaja), klub, maupun perorangan.

Dengan total 1.685 layangan yang ambil bagian, festival ini sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas melayangan masih memiliki basis peminat yang kuat di tengah masyarakat.

Wandhira mengatakan kegiatan tersebut digelar selama tiga hari. Memasuki perjalanan tahun ke-17, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan sekaligus meningkatkan profesionalitas festival.

“Yang terpenting, dalam 17 tahun perjalanan Mel Tanjung Kite Festival, kami berkomitmen untuk terus profesional dan meningkatkan kualitas kegiatan setiap tahunnya,” katanya.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi konsistensi pelaksanaan MTKF yang telah menjadi agenda rutin tahunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.