Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Dialog Kebangsaan MPR, Jimly Asshiddiqie Dorong Kaji Ulang Konstitusi, Sebut 2026–2027 Momentum Perubahan Kelima UUD 1945

📅 Rabu, 24 Des 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Di Dialog Kebangsaan MPR, Jimly Asshiddiqie Dorong Kaji Ulang Konstitusi, Sebut 2026–2027 Momentum Perubahan Kelima UUD 1945 Doc: istimewa
Ket. Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie bersama Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam Dialog Kebangsaan MPR di Tangerang, Banten, Rabu (24/12).

TANGERANG - Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI menggelar Dialog Kebangsaan MPR bertema “Rekonstruksi Konstitusi Menyongsong Indonesia Emas 2045: Peran Strategis MPR dalam Menjaga Ideologi Bangsa” di Kota Tangerang, Banten, Rabu (24/12). 

Forum ini menjadi ruang refleksi kritis atas arah reformasi konstitusi dan sistem politik nasional di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H. yang memberikan keynote speech, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M., Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR Wachid Nugroho, S.IP., M.IP., serta Direktur Jimly School of Law & Government Muh. Muslih, S.H., M.H.

Dialog Kebangsaan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Taufiqurrohman Syahuri, S.H., M.H., Prof. Dr. Wicipto Setiadi, S.H., M.H., dan Prof. Dr. Sunny Ummul Firdaus, S.H., M.H., dengan peserta berasal dari kalangan mahasiswa.

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Jimly Asshiddiqie menilai dialog kebangsaan ini penting dilakukan meskipun bangsa Indonesia tengah disibukkan dengan berbagai persoalan, termasuk penanganan bencana di sejumlah daerah.

“Di tengah bangsa ini sibuk mengerahkan dukungan dan bantuan, khususnya ke beberapa provinsi di Sumatera yang sedang dilanda bencana, kita tetap tidak boleh mengabaikan agenda besar yang harus dipikirkan bersama,” ujar Jimly.

Menurut Jimly, salah satu agenda mendesak yang perlu mendapat perhatian serius adalah kaji ulang reformasi, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia menyinggung aspirasi publik yang menguat dalam berbagai aksi mahasiswa beberapa waktu lalu, yang menyuarakan perlunya “reset Indonesia”.

“Bahkan ada kalangan aktivis yang menulis buku tentang reset Indonesia. Sayangnya, diskusi buku itu justru dibubarkan. Padahal, yang dimaksud reset itu bukan destruktif, tetapi menata ulang sistem politik, sosial, dan ekonomi kita agar lebih sehat,” kata Jimly.

Ia menilai berbagai peristiwa kerusuhan dan aksi kekerasan yang terjadi dalam rentang Agustus–September lalu mencerminkan akumulasi kemarahan dan kekecewaan publik terhadap sistem perwakilan formal dalam politik nasional.

“Yang dibakar bukan hanya kantor polisi, tetapi juga kantor DPRD, bahkan terjadi penjarahan rumah anggota DPR. Ini menunjukkan adanya sumbatan serius dalam saluran aspirasi rakyat. Sistem politik kita harus dikaji ulang,” ujarnya.

Tak hanya sistem politik, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri ini, juga menyoroti lemahnya penegakan hukum sebagai sumber utama kemarahan publik. Menurut dia, kemarahan masyarakat terhadap aparat kepolisian sejatinya bukan soal keamanan, melainkan soal keadilan dalam penegakkan hukum.

“Polisi itu bagian dari sistem penegakan hukum. Karena mereka berada di garis depan, merekalah yang pertama dimarahi. Padahal persoalannya sampai ke hulu, termasuk dunia kehakiman. Semua ini butuh pembenahan dan penataan ulang,” tegas Jimly.

Ia menilai pembenahan tersebut harus dimulai dari evaluasi sistem konstitusi. Jimly pun mendorong agar Indonesia mulai serius membahas agenda perubahan kelima Undang-Undang Dasar 1945.

“Mulai tahun 2026 dan 2027 adalah momentum yang sangat menentukan. Tahun 2028 sudah terlalu dekat dengan tahun politik, sehingga pembahasan perubahan konstitusi akan sulit dilakukan,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kemenpar: Penutupan Bromo tidak Menurun Minat Wisatawan

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Kemenpar: Penutupan Bromo t...
Luar Negeri
Uni Eropa Buka Peluang Kana...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.