Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Analis Pasar Uang: Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 15:10 WIB | Oleh:
Analis Pasar Uang: Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi Doc: Instagram/@antamlogammulia

JAKARTA - Harga emas dunia bergerak lebih cepat dari perkiraan. Pada Selasa (2/9), harga emas dunia sudah menembus level USD3.508 per troy ons.

​Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan ini merupakan level tertinggi dan kemungkinan akan terus naik.

"Diperkirakan pada September ini level harga emas bisa mencapai USD3.600 per troy ons," ujar dia, Selasa (2/9).

Menurut Ibrahim, kenaikan harga emas dunia dipicu tindakan bank-bank bullion di sejumlah negara yang terus membeli emas. Bank-bank tersebut mengumpulkan emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging).

Pembelian emas juga meningkat di kalangan masyarakat dan perusahaan. Naiknya permintaan akan logam mulia membuat harga emas melonjak.

Sementara itu, harga emas Antam terpantau sudah mencapai level Rp2.009.000 per gram. Ini berarti turun dibandingkan sehari sebelumnya, Senin (1/9) yang mencapai Rp2.011.000 per gram.

Ibrahim memperkirakan harga emas Antam bisa mencapai Rp2.150.000 per gram.

"Ini terjadi jika harga emas dunia naik ke level USD3.600 per troy ons," ucap dia.

Ibrahim melihat sejumlah faktor yang membuat permintaan emas dunia meningkat secara cepat. Yang paling utama adalah konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina serta di Timur Tengah.

Konflik Russia-Ukraina kembali memanas setelah kedua pihak kembali saling serang. Timur Tengah pun kembali memanas setelah serangan Israel yang menewaskan perdana menteri Yaman yang berasal dari Kelompok Houthi.

Di Jalur Gaza, Israel terus melakukan serangan membabi buta karena ambisinya menguasai seluruh wilayah itu. Belum lagi pemecatan Gubernur The Fed, Lisa Cook, serta menguatnya ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga The Fed.

Sedangkan Tiongkok memanfaatkan momen peringatan hari lahir negaranya dengan menunjukkan kekuatan dan pengaruhnya di kawasan Asia. AS tidak begitu senang melihatnya sehingga dikhawatirkan memicu ketegangan baru di antara kedua negara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Status Gunung Sinabung Naik dari Waspada Menjadi Siaga

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Status Gunung Sinabung Naik...
Ekonomi
Menanti Arah The Fed - 1 Se...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.