Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Konflik Manusia-Gajah di Way Kambas, Pangdam Dorong Pendekatan Berbasis Lingkungan.

8 Selasa, 01 Sep 2026, 09:37 WIB | Oleh:
Cegah Konflik Manusia-Gajah di Way Kambas, Pangdam Dorong Pendekatan Berbasis Lingkungan. Cegah Konflik Manusia-Gajah di Way Kambas, Pangdam Dorong Pendekatan Berbasis Lingkungan. Doc: Antara Foto
Ket. Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meninjau TNWK. Selasa (1/9).

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan pendekatan berbasis lingkungan harus diterapkan dan dikembangkan guna mencegah konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur.

"Mitigasi konflik tidak berhenti pada pembangunan pembatas fisik. Pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat turut dikembangkan," katanya di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan hal itu dapat dilakukan dengan melatih masyarakat melakukan budidaya tanaman dan hewan yang tidak disukai gajah, seperti serai dan lebah.

"Serai dan lebah ini tidak disukai gajah sehingga turut menjaga supaya gajah tidak keluar. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti madu dan serai," kata dia.

Pangdam Kristomei mengatakan pembangunan fasilitas mitigasi konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), telah mencapai sekitar 65 persen yang mencakup pemasangan pagar besi di sejumlah titik kawasan.

"Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026 sebagai langkah strategis mencegah gajah keluar dari habitatnya dan berinteraksi dengan permukiman masyarakat. Tetapi pendekatan-pendekatan lingkungan juga harus terus dikembangkan," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus memperkuat pengawasan kawasan, termasuk dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Kesiapsiagaan personel tetap dilakukan melalui pemantauan lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, langkah mitigasi melalui teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan juga dipersiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan konservasi dari ancaman karhutla.

"Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Ada yang melakukan sosialisasi, ada juga yang monitoring," kata Mirzani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.