Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

📅 Senin, 31 Agu 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar Doc: antara foto
Ket. Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Senin (31/8) siang merupakan erupsi awal sehingga masih terdapat kemungkinan bakal terjadi letusan yang lebih besar.

"Erupsi ini merupakan sebagai erupsi awal dan tidak menutup kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Senin (31/8).

Dia memastikan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung akan terus dipantau dan tingkat aktivitas dievaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan untuk dapat menjadi dasar aksi kesiapsiagaan di lapangan.

Gunung Sinabung sebelumnya dideteksi tim vulkanologi Badan Geologi mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026, pukul 10.17 WIB dengan kolom erupsi mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal teramati condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter.

Namun, peningkatan aktivitas vulkanik telah terdeteksi sebelum erupsi terjadi.

Badan Geologi mencatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa embusan, dan satu kali tremor harmonik yang terekam sebelum erupsi pada pukul 10.17 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental tersebut, Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai 31 Agustus 2026, pukul 12.30 WIB. Gunung Sinabung sebelumnya berada pada Level II sejak 17 Mei 2023.

Pada tingkat aktivitas Level III (Siaga), masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral enam kilometer ke arah selatan-tenggara.

Masyarakat yang bermukim di sekitar sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar.

Pemantauan selama 1-30 Agustus 2026 menunjukkan Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan ketinggian sekitar 50-1.000 meter dari puncak.

Selain itu, vegetasi di lereng bagian timur teramati menguning dan mengering.

Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan BPBD Provinsi Sumatera Utara serta BPBD Kabupaten Karo.

Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Desa Ndokum Siroga, sedangkan informasi perkembangan aktivitas gunung api dapat diakses melalui aplikasi serta kanal resmi PVMBG Badan Geologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.