Kaltim Genjot SDM Digital! Festival Literasi Resmi Dibuka, Ini Tujuannya
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 14:33 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka Festival Literasi Kaltim 2026 untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat budaya berpikir kritis masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim Lisa Hasliana di Samarinda, Sabtu, menegaskan penguatan literasi merupakan fondasi utama untuk mencetak generasi masa depan yang kompeten.
"Program ini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka di tengah derasnya arus informasi media sosial yang hadir dalam hitungan detik," ujar Lisa saat membuka Soft Opening Festival Literasi Kaltim 2026 di Aula Kantor Tower Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
Mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkarakter melalui Budaya Literasi”, festival yang berlangsung hingga 19 September 2026 itu diintegrasikan dengan program “Out of the Box” Gudang Buku Keliling 2026.
Lisa mengingatkan masyarakat dan anak-anak, saat ini dituntut mampu memahami, memilah, dan berpikir kritis sebelum memercayai maupun menyebarkan sebuah informasi,yang beredar cepat di media sosial.
"Literasi memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Ini mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan pengetahuan, berkomunikasi, berkarya, serta mengambil keputusan secara bijak,” katanya.
Lisa menambahkan, untuk menjawab tantangan digital tersebut, Festival Literasi Kaltim 2026 tidak hanya menghadirkan pameran buku, tetapi juga menyiapkan berbagai ruang belajar seperti bedah buku, gelar wicara, lokakarya, hingga lomba bertutur.
"Literasi dapat hadir melalui sebuah buku, cerita, karya seni, diskusi, dan teknologi,” katanya, menambahkan.
Selain literasi informasi, festival tersebut menghadirkan edukasi literasi keuangan melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), guna membekali masyarakat menghadapi maraknya pinjaman daring (online) ilegal.
Lisa menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha dalam menciptakan ekosistem literasi yang kuat di Kaltim.
"Literasi adalah tanggung jawab kita bersama. Mari membaca, belajar, berkarya, berkolaborasi, dan membangun budaya literasi Kalimantan Timur,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!