Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selamatkan Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 08:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Selamatkan Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi Doc: ANTARA
Ket. Kementerian PU menyalurkan 25 ribu liter air irigasi untuk menyelamatkan 18,6 hektare sawah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 25 ribu liter air irigasi untuk menyelamatkan 18,6 hektare sawah yang terdampak kekeringan di di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan Kementerian PU terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk melalui optimalisasi sumber daya air yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat.

"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (01/9).

Kementerian PU terus memperkuat penanganan dampak kekeringan pada sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan air bagi lahan sawah yang terdampak.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram, Kementerian PU menyalurkan 25.000 liter air irigasi untuk membantu menyelamatkan tanaman padi dari ancaman gagal panen di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Distribusi air irigasi dilaksanakan pada Daerah Irigasi (DI) Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Penyaluran dilakukan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter sebanyak lima kali perjalanan.

Air tersebut dimanfaatkan untuk penyiraman areal persawahan seluas 18,6 hektare yang mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen. Sebanyak 40 petani yang mengusahakan tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II menjadi penerima manfaat kegiatan tersebut. Saat distribusi dilakukan, tanaman padi rata-rata telah berusia sekitar 70 hari.

Langkah distribusi air ini merupakan bentuk respons Kementerian PU dalam membantu petani yang lahannya terdampak kekeringan. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan air, terutama pada areal yang masih dapat diselamatkan.

DI Mamak memiliki luas layanan sekitar 3.800 hektare dengan sumber utama air berasal dari Bendungan Mamak.

Dalam kondisi kekeringan, alternatif sumber air juga diupayakan melalui Sungai Lape dengan melakukan pemompaan dari air buangan irigasi untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertanian.

BBWS Nusa Tenggara I akan terus mengupayakan distribusi air secara bertahap sesuai kondisi ketersediaan sumber air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.