Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulihkan Trauma Pascabencana, Kemenekraf Ajak Anak Aceh Tamiang Melukis Bersama dan Kenalkan Potensi Ekraf Sejak Dini

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 23:23 WIB | Oleh:
Pulihkan Trauma Pascabencana, Kemenekraf Ajak Anak Aceh Tamiang Melukis Bersama dan Kenalkan Potensi Ekraf Sejak Dini Doc: ANTARA/HO-Kemenekraf
Ket. Sejumlah pelajar tingkat SD dan SMP menyelesaikan lukisan mereka dalam kegiatan Creative Recovery for Children: Melukis Bersama Anak-Anak di Aceh Tamiang, Kamis (27/8).

BANDA ACEH - Program pemulihan kreatif untuk anak-anak “Creative Recovery for Children: Melukis Bersama Anak-Anak" di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf).

Program trauma healing berbasis seni rupa tersebut untuk memulihkan kondisi psikososial anak-anak terdampak bencana, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif sejak dini pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

"Setelah bencana, yang perlu dipulihkan bukan hanya bangunan, tetapi juga jiwa dan senyum anak-anak kita," kata Direktur Kuliner Kemenekraf, Romi Astuti dalam keterangannya, di Aceh Tamiang, Minggu (30/8).

Program intensif ini diikuti 100 peserta yang terdiri atas 50 siswa SD dan 50 siswa SMP. Para peserta didampingi mentor profesional, seniman lokal, dan psikolog klinis dan diajak membuat karya bertema “Bangkit” dan “Harapan Baru”.

​Romi mengatakan, pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Tetapi juga memberikan harapan kepada yang terdampak.

"Melalui seni, kita menyediakan ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan ketakutan, harapan, dan mimpi,” ujarnya.

​Menurut dia, karya anak-anak peserta bootcamp nantinya bakal dikurasi untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual, seperti art print, tas, dan cenderamata.

"Salah satu keunikan kegiatan ini adalah penggunaan pigmen alami yang berasal dari lumpur dan debu sisa bencana sebagai medium lukis. Hal itu menjadi simbolisasi transformasi trauma bencana menjadi sebuah karya seni," kata Romi.

Sementara itu, ​Pendiri Kids Biennale Indonesia Agatha Anggira Paramita Putri (Gie Sanjaya) menjelaskan, pihaknya menerapkan metode observe, connect, invite, guide, reflect (KBI) yang berfokus pada proses ekspresi anak.

​"Fokus utama kami adalah pada proses dan pengalaman anak, bukan sekadar hasil akhir. Seni di sini berfungsi sebagai jembatan pemulihan jiwa," ujar Gie Sanjaya.

Dalam kesempatan ini, ​Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang, Yusriati mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam mempercepat rehabilitasi psikososial masyarakat.

​"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan melukis, melainkan upaya menyalakan api optimisme dan melatih ketangguhan anak-anak pascabencana," katanya.

​Rangkaian program ini, lanjut dia, merupakan implementasi dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam ini akan ditutup dengan pembuatan instalasi umbul-umbul kolektif.

"Karya tersebut rencananya dipamerkan di tingkat lokal Aceh Tamiang sebelum diboyong ke Pameran Nasional di Jakarta," demikian Yusriati. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.