Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBNU Didorong Perkuat Politik Kebangsaan

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PBNU Didorong Perkuat Politik Kebangsaan Doc: antara
Ket. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

Kepengurusan baru PBNU harus ber orientasi pada kepentingan rakyat, menjaga persatuan, serta memberikan solusi bagi persoalan bangsa.

Jakarta – Kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 didorong memperkuat politik kebangsaan sekaligus menjaga jarak dari kepentingan politik praktis agar NU tetap menjadi kekuatan moral dan sosial bagi bangsa.

Pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU menjadi momentum untuk memperkuat politik kebangsaan dan melakukan rekonsiliasi internal.

Menurut Ahmad, Gus Kikin bersama KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU terpilih memiliki legitimasi kuat karena proses pemilihannya dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dengan tetap membuka ruang bagi aspirasi muktamirin.

"Sebagai nahkoda baru, Gus Kikin perlu melakukan sejumlah langkah fundamental untuk mengonsolidasikan kembali PBNU ke depan," kata Ahmad, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Senin (31/8).

Ia menilai salah satu agenda penting kepemimpinan baru PBNU adalah memastikan NU tetap berperan dalam persoalan kebangsaan tanpa terseret kepentingan politik praktis. Menurut dia, NU memiliki modal sosial yang besar melalui jaringan pesantren, ulama, lembaga pendidikan, badan otonom, dan komunitas yang tersebar di berbagai daerah.

Ahmad mengatakan NU perlu membedakan politik kebangsaan dengan politik praktis. Politik kebangsaan, menurut dia, harus diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga persatuan, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa, bukan menjadi kendaraan kepentingan elektoral individu atau kelompok.

"Posisi ini justru sudah menjadi salah satu pesan Gus Kikin menjelang Muktamar," katanya.

Selain menjaga jarak dari politik praktis, Ahmad menilai rekonsiliasi internal harus menjadi prioritas. Kelompok yang berbeda pilihan dalam Muktamar Ke-35 NU perlu dirangkul agar dinamika politik internal tidak berkembang menjadi perpecahan.

"Perlu dihindari membangun kepengurusan berdasarkan logika winner takes all," ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan sikap Gus Kikin yang mengajak seluruh warga NU kembali merapatkan barisan setelah rangkaian dinamika dalam muktamar. Ia menegaskan NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, bukan organisasi politik.

"NU itu bukan untuk berpolitik. NU itu adalah organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan," kata Gus Kikin.

Menurut Gus Kikin, NU memiliki pijakan keagamaan dan pedoman organisasi yang harus menjadi kompas dalam menjalankan organisasi. Karena itu, NU tidak boleh menjadi alat kepentingan politik tertentu.

"Jadi kalau ada gesekan ya mungkin gesekan, tapi jalannya berbeda," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Megapolitan
Bekasi Makin Terang! PJU Di...
Luar Negeri
OpenAI Desak AS Pimpin Stan...

PLTS Dukung Aktivitas Usaha Nelayan di Batam

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
PLTS Dukung Aktivitas Usaha...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.