Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Perlu Perkuat Ekspor dan Devisa agar Rupiah Kuat

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh:
RI Perlu Perkuat Ekspor dan Devisa agar Rupiah Kuat Doc: Sumber: Bank Indonesia/KJ/ones/and

Jakarta – Indonesia perlu memperkuat ekspor dan meningkatkan perolehan devisa untuk membangun fondasi ekonomi eksternal yang lebih kuat, sehingga rupiah lebih stabil dan tidak rentan terhadap tekanan global.

Ekonom Senior Didik J Rachbini menilai kebijakan ekonomi perlu lebih berorientasi keluar (outward looking) dengan mendorong transaksi bisnis yang menghasilkan pendapatan dari luar negeri, bukan hanya mengandalkan perputaran ekonomi domestik.

“Sementara itu, ekonomi perlu mengembangkan kebijakan ekonomi yang berbasis ekspor yang akan mendatangkan cadangan devisa dollar yang besar. Ini yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia untuk mendukung nilai tukar yang kuat,” kata Didik di Jakarta.

Ia menilai dominasi ekonomi domestik menjadi salah satu kelemahan karena aktivitas konsumsi di dalam negeri sebagian besar hanya menciptakan perputaran rupiah tanpa menambah devisa secara langsung.

“Dengan struktur ekonomi yang berorientasi ke dalam dan lemah dalam orientasi keluar, maka wajar cadangan devisa Indonesia tergolong paling lemah dibandingkan negara-negara Asean lainnya,” ujarnya.

Didik mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai sekitar 145,3 miliar dollar AS pada akhir Juli 2026. Angka tersebut, menurut dia, masih jauh dibandingkan Singapura yang mencapai sekitar 426,2 miliar dollar AS dan Thailand sekitar 279,2 miliar dollar AS.

“Bagi negara sebesar Indonesia, cadangan devisa sebesar ini tidak cukup dan bahkan terlalu kecil untuk menjadi penyangga eksternal,” jelasnya.

Ia mengatakan besarnya pasar domestik memang memungkinkan ekonomi tetap tumbuh meski rupiah mengalami depresiasi. Namun, tanpa penguatan sektor eksternal, kebijakan moneter dinilai tidak cukup untuk membuat rupiah stabil dan kuat.

“Tetapi, tanpa fondasi daya saing di sektor luar negeri dan hanya dengan fondasinya pasar domestik, maka lima tahun ke depan jangan harap BI bisa menjadikan rupiah menjadi stabil dan kuat. Apalagi hanya dengan memainkan instrumen kebijakan suku bunga,” kata Didik.

Daya Saing

Lebih lanjut, Didik juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap ekspor komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan nikel. Menurut dia, ekspor tersebut memang menghasilkan devisa, tetapi masih rentan terhadap fluktuasi harga global.

“Ekspor komoditas ini berjalan sangat baik ketika harga global sedang tinggi. Namun, Indonesia sendiri masih belum menjadi penentu harga global untuk komoditas-komoditas tersebut,” ujarnya.

Selain memperkuat ekspor, Didik menilai Indonesia membutuhkan investasi asing untuk mendatangkan devisa dan memperkuat perekonomian. Namun, masuknya modal asing masih menghadapi tantangan berupa korupsi, kepastian hukum, dan tingginya biaya transaksi.

Menurutnya, Indonesia harus memperkuat daya saing dan menciptakan iklim investasi yang lebih menarik karena investor memiliki banyak pilihan negara berkembang lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Jakarta Kenalkan Destinasi ...
Megapolitan
Warga Jakarta dan Sekitarny...

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Nunjem

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Harga Tandan Buah Segar Kel...

Dunia Pendidikan Dibuat Susah Kabut Asap

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dunia Pendidikan Dibuat Sus...

Era Digital Makin Meninggalkan Etika Jurnalistik?

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Digital Makin Meninggal...
Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.