Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menham Luncurkan Kajian Human Rights Indonesia 2036

2 Senin, 31 Agu 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Menham Luncurkan Kajian Human Rights Indonesia 2036 Menham Luncurkan Kajian Human Rights Indonesia 2036 Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai

JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai meluncurkan kajian Human Rights Indonesia 2036 untuk memproyeksikan isu EKOSOB 10 tahun mendatang. Kajian tersebut menjadi acuan pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan yang berlandaskan prinsip hak asasi manusia secara berkelanjutan.

Pigai menyebut perkembangan industri dan teknologi mendorong pertumbuhan ekonomi, namun berpotensi menimbulkan persoalan HAM baru. Menurutnya, kecerdasan artifisial juga dapat memicu kehilangan pekerjaan dan dampak lingkungan yang perlu diantisipasi pemerintah.

“Pembangunan industri, teknologi, dan kecerdasan artifisial memang mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyimpan berbagai risiko. Risiko tersebut antara lain kehilangan pekerjaan, dampak lingkungan, dan persoalan lain yang berpotensi dirasakan masyarakat,” kata Natalius Pigai saat memberikan sambutan dalam kegiatan National Policy Dialogue Ecosoc Rights Outlook 2036 di Jakarta Pusat, Senin (31/8).

Pigai menegaskan bahwa setiap pembangunan harus memperhatikan masyarakat terdampak agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan bersama perlindungan HAM. Ia meminta pemerintah memastikan kemajuan pembangunan tidak mengabaikan hak masyarakat yang berpotensi terdampak berbagai kebijakan pembangunan nasional.

“Setiap pembangunan harus diawali dengan pertanyaan penting mengenai masyarakat yang nantinya akan terdampak. Sebelum jalan dibangun, kita harus bertanya: siapa yang akan terdampak?,” ucap Pigai.

Pigai berharap kajian Human Rights Indonesia 2036 menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional. Menurut dia, kajian tersebut harus memberikan kontribusi nyata terhadap perumusan kebijakan yang memperhatikan prinsip hak asasi manusia.

“Jadikan ini living document, jadikan referensi bagi pemerintah dalam merancang kebijakan. Jadikan alat untuk mengingatkan kita ketika ada risiko HAM,” ucap Pigai. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Waspada, Hujan Lebat Bakal Mengguyur Sumut Sepekan ke Depan

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Waspada, Hujan Lebat Bakal ...

23 UKM Mau Melantai, Memang Laku? Ya Semoga Laris Manis

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
23 UKM Mau Melantai, Memang...

Transportasi Umum Makin Diminati Masyarakat

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Transportasi Umum Makin Dim...

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.