Ketua Umum Kadin Dorong Pemerintah-Pelaku Usaha Wujudkan Industri Hijau
📅 Minggu, 24 Agu 2025, 14:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: PYC
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mendorong pemerintah dan pelaku usaha mewujudkan industri hijau. Hal ini untuk memuluskan transisi energi dan ekonomi hijau.
Menurut dia, industri hijau memiliki tiga manfaat. Pertama, mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
"Kedua, menjaga lingkungan hidup. Ketiga, mewujudkan ketahanan energi," kata Anindya disela acara PYC International Energy Conference, di Jakarta, Sabtu (23/8).
"Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kita butuh industri-industri baru. Sehingga industri hijau itu benar-benar harus ditekuni karena bisa menarik investasi," ujar dia.
Menurut dia, sumber energi yang dapat diolah untuk pengembangan industri hijau di dalam negeri. Antara lain mineral kritis seperti nikel dan tembaga (copper).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika kita mainnya benar, itu bisa menjadi sumber energi hijau ke depan. Sehingga kita dapat kembangkan sendiri daripada diekspor terus," ungkap dia.
Menurut Anindya, pengembangan industri hijau juga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Sekaligus mendorong peningkatan konsumsi domestik dan menggerakan perekonomian.
Selain itu, pengembangan industri hijau tak hanya bermanfaat dari sisi pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat mendorong investasi. Bahkan membuka peluang ekspor ke negara-negara yang konsen dengan transisi energi dan ekonomi hijau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi pemerintah, menurutnya, dukungan terhadap industri hijau juga dapat membuat belanja pemerintah atau alokasi APBN lebih efektif dan terarah.
"Government spending di industri hijau juga lebih efektif, karena kita bikin infrastrukturnya lebih relevan, jadi saya rasa ini harus diseriusin," ujar dia.
Sebagai informasi, Anindya hadir sebagai salah satu pembicara dalam panel diskusi bertajuk "Sustainable Energy" dalam PYC International Energy Conference. Diskusi panel lainnya, mengangkat tema "Green Energy Finaning", dan "Workforce Development".
Sementara Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Filda Citra Yusgiantoro, mengatakan PYC International Energy Conference menyoroti masalah ketenagakerjaan dan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini untuk mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan lingkungan berkelanjutan.
Fokus pada pengembangan tenaga kerja untuk memastikan, masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi aktif dan mendapatkan manfaat dari pembangunan hijau. Sementara pembiayaan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan investasi energi bersih dan infrastruktur hijau.
"Solusi dan rekomendasi utama berdasarkan masukan dan analisis dari para pembicara dan audiens ini sangat penting untuk memperkaya ringkasan kebijakan dan strategi-strategi. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Filda. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!