Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri LH Sebut Lingkungan Sehat Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 19:52 WIB | Oleh:
Menteri LH Sebut Lingkungan Sehat Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Doc: RRI/Ryan Suryadi
Ket. Menteri Lingkungan Hidup, Junhur Hidayat

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan pemulihan lingkungan tidak hanya bertujuan menghentikan kerusakan alam. Namun menurutnya harus menjadi penggerak investasi hijau, penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs), serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Jumhur saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional di Jakarta. Jumhur menyebut persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Karena itu, ia mengajak masyarakat melakukan gerakan Tobat Ekologis melalui langkah nyata. Seperti menanam pohon, memulihkan sungai, menghentikan pencemaran industri, hingga membangun budaya tidak membuang sampah sembarangan.

“Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, hingga setiap individu memiliki kontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Karena itu, kita perlu melakukan Tobat Ekologis melalui langkah nyata,” kata Jumhur dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Ia menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh dipertentangkan dengan perlindungan lingkungan. Menurutnya, agenda strategis nasional seperti penguatan industri, ketahanan pangan, dan ketahanan energi harus berjalan memperhatikan daya dukung lingkungan.

Jumhur mengatakan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Mulai dari pencemaran air, udara, dan lahan, persoalan sampah, degradasi daerah aliran sungai serta kerusakan gambut dan mangrove.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KLH mengedepankan tiga strategi utama yakni memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, menghadirkan solusi serta terobosan kebijakan, dan mempercepat pemulihan lingkungan.

Jumhur menilai kegiatan pemulihan lingkungan juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Menurutnya, rehabilitasi lahan dan penanaman bambu dapat menghasilkan penurunan emisi yang terverifikasi sehingga berpotensi diperdagangkan di pasar karbon.

“Pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus diselesaikan sejak tahap awal perencanaan. Pemulihan lingkungan justru dapat membuka peluang investasi yang sangat besar,” ujar dia.

Ia mengajak perguruan tinggi dan mahasiswa mengambil peran aktif melalui riset, kritik konstruktif, dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan. Hal tersebut untuk memperkuat kebijakan lingkungan nasional.

Di sisi lain, pemerintah akan memberikan dukungan kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah yang memiliki komitmen menjaga lingkungan. Sementara terhadap pihak yang terbukti merusak lingkungan, KLH akan menegakkan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.