Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Mulyadi: Pabrik Alat Berat Listrik Pertama di Indonesia Dibangun di Karawang, Biaya Infrastruktur Bakal Lebih Murah

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dedi Mulyadi: Pabrik Alat Berat Listrik Pertama di Indonesia Dibangun di Karawang, Biaya Infrastruktur Bakal Lebih Murah Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik manufaktur alat berat bertenaga listrik (electric heavy equipment) di Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/7).

Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kehadiran pabrik manufaktur alat berat bertenaga listrik (electric heavy equipment) pertama di Indonesia di Karawang, bakal menekan biaya pengadaan infrastruktur secara signifikan dibandingkan bergantung pada produk impor.

"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor. Kami berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang, sehingga harganya lebih terjangkau," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Rabu (29/7).

Guna menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal, Dedi menginstruksikan jajaran Pemprov Jabar untuk langsung menggandeng siswa SMA dan SMK tingkat akhir melalui pelatihan vokasi khusus.

"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12, guna diberikan program pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri manufaktur hijau ini diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta pertumbuhan ekonomi daerah.

"Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Namun dengan satu catatan penting, masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," ucap Dedi.

Diketahui, pabrik manufaktur alat berat bertenaga listrik pertama di Indonesia ini resmi dibangun di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, dengan kapasitas produksi mencapai 5.000 unit per tahun pada fase pertama.

Fasilitas produksi milik PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2027 untuk memenuhi kebutuhan ekskavator dan wheel loader elektrik di dalam negeri.

Pembangunan LMMI yang berlokasi di Indonesia Green Smart Industrial Park ini dirancang dalam tiga tahap, di mana tahap awal memprioritaskan perakitan unit ekskavator dan wheel loader ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi Jabar turut memberikan jaminan keamanan serta kepastian kelancaran investasi bagi para penanam modal di wilayah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.