Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IMF: Ekonomi Arab Saudi Tetap Tangguh di Tengah Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Masih Jadi Ancaman

1 Kamis, 30 Jul 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF: Ekonomi Arab Saudi Tetap Tangguh di Tengah Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Masih Jadi Ancaman IMF: Ekonomi Arab Saudi Tetap Tangguh di Tengah Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Masih Jadi Ancaman Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Kota Riyadh di Arab Saudi.

Riyadh - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada Rabu (29/7), menyatakan perekonomian Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, tetap tangguh di tengah perang yang melanda kawasan Timur Tengah. Namun, IMF mengingatkan masih adanya ketidakpastian yang dapat memengaruhi prospek ekonomi negara tersebut.

Meski perang yang pecah pada Februari dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta diikuti serangan balasan yang berdampak pada Arab Saudi dan negara-negara tetangganya, IMF menilai ekonomi kerajaan Teluk itu tetap menunjukkan "kelincahan dan ketahanan".

Dalam pernyataan penutup konsultasi tahunan Article IV, para ekonom IMF memuji "fundamental makroekonomi Arab Saudi yang kuat serta infrastruktur minyak dan logistik yang terdiversifikasi."

Selama konflik berlangsung, Amerika Serikat dan Iran bersaing memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi ekspor minyak dan gas dunia. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pelayaran hampir terhenti, yang menurut IMF telah "mengganggu aktivitas ekonomi, menghambat perdagangan, termasuk ekspor minyak, serta menurunkan tingkat kepercayaan."

IMF memperkirakan pemulihan ekonomi akan mulai terjadi seiring dengan pulihnya secara bertahap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

"Laju pemulihan sangat bergantung pada perkembangan konflik, dengan risiko yang masih mengarah ke sisi negatif. Gangguan yang berlanjut terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz dapat semakin menghambat perdagangan, melemahkan kepercayaan, serta menekan pertumbuhan ekonomi dan upaya diversifikasi," kata IMF.

Pekan lalu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah.

Pemerintah Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir berupaya mendiversifikasi perekonomian melalui program reformasi ambisius Vision 2030 yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah proyek besar dalam program tersebut dikurangi skalanya atau dibatalkan untuk menekan biaya. Meski demikian, IMF menilai Vision 2030 telah "memperkuat sektor ekonomi nonmigas, memperluas peran sektor swasta, serta mendorong diversifikasi ekonomi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Jajaki Kerja Sama...
Daerah
Gunung Ibu Erupsi Semburkan...
Olahraga
Akhirnya Kemenangan Itu Dat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.