Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menekraf Libatkan 1.230 Talenta Muda dalam Ekspedisi Patriot 2026 untuk Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Transmigrasi

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menekraf Libatkan 1.230 Talenta Muda dalam Ekspedisi Patriot 2026 untuk Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Transmigrasi Doc: Antara
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memberikan pembekalan pada acara Pelepasan Nasional Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7).

Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya membekali Tim Ekspedisi Patriot 2026 dengan strategi pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) agar potensi kawasan transmigrasi dapat dipetakan secara lebih terarah dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data.

Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai metodologi pemetaan potensi lokal, identifikasi subsektor unggulan, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan yang mengacu pada Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional (Rindekraf) 2026–2045.

“Tim Ekspedisi Patriot bertugas mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem, serta menyusun rekomendasi pengembangan yang dapat ditindaklanjuti bersama Kementerian Ekraf dan Kementerian Transmigrasi. Dengan demikian, program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah," ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima, Rabu (29/7).

Menekraf menekankan setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan potensi ekonomi kreatif yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi daerah.

Menekraf juga memperkenalkan tiga program unggulan Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia sebagai instrumen untuk menindaklanjuti hasil pemetaan di lapangan. Selain itu, tim dibekali pendekatan kolaborasi heksaheliks dan pemahaman terhadap 21 subsektor ekonomi kreatif agar mampu merancang strategi pengembangan yang berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil pemetaan tidak hanya berfokus pada identifikasi subsektor unggulan, tetapi juga kebutuhan penguatan ekosistem berdasarkan delapan pilar pengembangan ekonomi kreatif. Rekomendasi yang disusun nantinya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya kawasan transmigrasi yang lebih maju dan mandiri.

Selain itu, Menekraf menambahkan sebanyak 1.230 akademisi dan talenta muda dari jenjang sarjana hingga doktor bersama 246 ketua tim dari 10 perguruan tinggi yang menjadi Tim Ekspedisi Patriot, dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, lebih dari separuh tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari kelompok milenial dan Generasi Z yang dinilai memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta semangat kewirausahaan.

"Melalui Ekspedisi Patriot, kami ingin mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja. Kreativitas yang dimiliki harus mampu diolah menjadi nilai tambah ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah transmigrasi," kata Riefky.

Ke depan, rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot akan menjadi salah satu acuan pelaksanaan program prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif di kawasan transmigrasi, mulai dari penguatan kapasitas talenta dan pelaku ekonomi kreatif hingga perluasan akses pasar produk kreatif ke tingkat nasional maupun global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Lampaui Target Nasional, Ba...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.