Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akses Air Jadi Prioritas, PU Maksimalkan 10 Ribu Sumur Bor untuk Wilayah Kering

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 16:10 WIB | Oleh:
Akses Air Jadi Prioritas, PU Maksimalkan 10 Ribu Sumur Bor untuk Wilayah Kering Doc: ANTARA/ Kementerian PU.
Ket. Satu dari 10.789 sumur bor berkapasitas 114 ribu meter kubik per detik yang dibuat Kementerian Pekerjaan Umum untuk antisipasi sejumlah wilayah rawan kekeringan.

JAKARTA – Program sumur bor menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat ketahanan air, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan atau memiliki keterbatasan akses air bersih.

Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, melainkan juga bergantung pada kajian ketersediaan air tanah, pengelolaan yang berkelanjutan, serta partisipasi masyarakat agar pemanfaatannya tidak memicu eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya air.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya antisipasi di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan melalui pembuatan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur air tersebut memiliki peran strategis guna menjaga ketersediaan air dalam menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau, terutama pada lahan-lahan pertanian.

“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air, seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/7).

Dia menambahkan kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim.

Tak hanya itu, berbagai infrastruktur air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk turut dioptimalkan, guna menghadapi puncak musim kemarau panjang atau El Nino.

Langkah strategis lainnya adalah mengoptimalkan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air tetap efisien.

Kementerian PU juga memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiagakan ratusan peralatan pendukung, mulai dari 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, hingga 49 mesin bor yang siap dikerahkan ke daerah terdampak.

Selain fokus pada infrastruktur, Kementerian PU juga melakukan inventarisasi wilayah rawan kekeringan serta mengedukasi masyarakat terkait langkah adaptasi.

Salah satunya melalui penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai efektif dalam menghemat penggunaan air di sektor pertanian.

Di sisi lain, percepatan pembangunan berbagai infrastruktur air juga terus dilakukan, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Saat ini, terdapat 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar m3 disiagakan untuk menjaga ketersediaan air.

Selain itu, terdapat 601 situ dan danau dengan total volume tampungan mencapai 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang turut menopang kebutuhan air masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.