Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demutualisasi BEI Makin Dekat, OJK Bidik POJK Tuntas Pekan Kedua September

2 Rabu, 29 Jul 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demutualisasi BEI Makin Dekat, OJK Bidik POJK Tuntas Pekan Kedua September Demutualisasi BEI Makin Dekat, OJK Bidik POJK Tuntas Pekan Kedua September Doc: ANTARA/ Andika Wahyu.
Ket. Ilustrasi - Seorang pialang berjalan di samping logo Bursa Efek Indonesia (BEI) saat perdagangan saham sesi siang di BEI Jakarta. .

JAKARTA – Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, dan memperluas kapasitas pendanaan pasar modal.

Dengan mengubah struktur kepemilikan dari berbasis anggota menjadi perusahaan yang berorientasi pada efisiensi dan pengembangan bisnis, BEI berpotensi lebih fleksibel dalam berinvestasi pada teknologi, inovasi produk, serta peningkatan layanan bagi pelaku pasar.

Namun, implementasinya harus disertai penguatan regulasi dan pengawasan agar fungsi BEI sebagai penyelenggara perdagangan tetap mengedepankan integritas, perlindungan investor, dan stabilitas pasar modal di atas kepentingan komersial.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Peraturan OJK (POJK) turunan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 (Revisi UU P2SK) terkait Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diselesaikan pada pekan kedua September 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi mengungkapkan OJK saat ini tengah menyusun POJK terkait Demutualisasi BEI dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.

"OJK telah mengundang BEI, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), dan beberapa pelaku terkait untuk memperkaya OJK dalam penyusunan POJK Demutualisasi BEI, yang lebih komprehensif serta implementatif tanpa mengurangi independensi OJK sebagai regulator serta lembaga BEI sendiri yang akan dilakukan Demutualisasi,” ujar Hasan dalam jawaban tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026, di Jakarta, Rabu (29/7).

Hasan menjelaskan bahwa UU Nomor 4 Tahun 2026 (Revisi UU P2SK) tidak secara detail mengatur terkait dengan penawaran umum oleh BEI, khususnya post demutualisasi.

"OJK akan melihat terlebih dahulu praktik yang berlaku secara global, sebelum nanti akan mengimplementasikan atau tidak terkait ticker code apabila BEI melakukan penawaran umum dan tercatat di Bursa Efek itu sendiri (self-listing),” ujar Hasan

Hasan memastikan OJK, pemerintah, dan BEI secara rutin melakukan pembahasan terkait rencana Demutualisasi BEI, baik dalam rangka amanat UU No. 4 Tahun 2023 yang mengamanatkan pengaturan Demutualisasi BEI yang kemudian diubah dengan UU No. 4 Tahun 2026 (Revisi UU P2SK) yang mengamanatkan pengaturan tindak lanjut UU P2SK terkait Demutualisasi Bursa Efek akan diatur di dalam POJK.

Selain itu, ia memastikan OJK bersama pemerintah dan DPR telah melakukan kajian dan pembahasan terkait dengan skema dan bentuk Demutualisasi yang paling tepat bagi BEI.

“Sehingga kemudian harapannya dengan amanat baru dalam Revisi UU P2SK, OJK dapat lebih cepat menyelesaikan POJK Demutualisasi Bursa Efek. Dengan dukungan pemerintah dan stakeholder terkait, kami menargetkan POJK Demutualisasi Bursa Efek dapat terbit di Minggu II September 2026,” ujar Hasan.

Sebagaimana diamanatkan dalam Revisi UU P2SK, Hasan mengatakan masuknya Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Danantara Indonesia tidak boleh mengganggu independensi BEI.

“Hal tersebut akan kami tegaskan dalam RPOJK, khususnya terkait beberapa mekanisme pengambilan keputusan, penerbitan peraturan, kerangka kerja yang harus terlebih dahulu disetujui oleh OJK sebelum efektif berlaku” ujar Hasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Tim Kesehatan Puskesmas Gam...
Daerah
Waspada, Hujan Lebat Bakal ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.