Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Langgar HAM dan Picu Main Hakim Sendiri

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Langgar HAM dan Picu Main Hakim Sendiri Doc: Antara
Ket. Pakar hukum pidana yang juga Dekan Fakultas Hukum Unej Prof. I Gede Widhiana Suarda, memberikan keterangan, di Kampus Unej, Jatim, Rabu (29/7).

Jember, Jawa Timur - Pakar hukum Universitas Jember (Unej) Prof. I Gede Widhiana Suarda mengingatkan bahwa sayembara berhadiah untuk menangkap pelaku begal berpotensi memicu praktik main hakim sendiri dan melanggar hak asasi manusia (HAM), sehingga perlu dipertimbangkan secara matang oleh para pembuat kebijakan.

"Saya melihat sayembara tersebut berpotensi melanggar HAM dan memicu tindakan main hakim sendiri yang dapat berujung pada hilangnya nyawa seseorang," kata Gede di Kampus Unej, Jember, Rabu (29/7).

Menurut Gede yang juga Dekan Fakultas Hukum Unej, pemberantasan kejahatan jalanan memang harus menjadi prioritas, namun penanganannya tetap harus berada dalam koridor hukum dan tidak mendorong masyarakat mengambil alih fungsi aparat penegak hukum.

Ia menilai pendekatan represif semata tidak akan menyelesaikan akar persoalan kriminalitas apabila negara belum mampu menghadirkan kebijakan yang komprehensif, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Lebih dari delapan dekade Indonesia merdeka, rasa aman masih menjadi kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi begal, jambret, maupun kejahatan jalanan menjadi sinyal bahwa negara perlu terus memperkuat sistem perlindungan dan keamanan bagi masyarakat.

"Ketika masyarakat takut pulang malam, orang tua cemas melepas anaknya ke sekolah, maka itu adalah sinyal bahwa negara harus melakukan evaluasi serius terhadap sistem perlindungan masyarakat," katanya.

Gede memahami munculnya gagasan sayembara sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya kejahatan jalanan. Namun, ia mengingatkan pejabat publik maupun aparat penegak hukum perlu berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang berkaitan dengan penindakan.

Dalam kajian kriminologi, kata dia, terdapat konsep faktor kriminogen, yakni kondisi atau kebijakan yang justru berpotensi memicu lahirnya tindak pidana baru.

"Hal itu dapat memberikan legitimasi kepada masyarakat untuk bertindak di luar koridor hukum dan memunculkan praktik main hakim sendiri," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasus pengeroyokan terhadap terduga pelaku kejahatan hingga menyebabkan korban meninggal dunia tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan pemberantasan kriminalitas.

"Tanggung jawab utama penindakan tetap berada pada Polri sebagai bagian dari sistem peradilan pidana. Partisipasi masyarakat penting, tetapi sebatas mendukung terciptanya keamanan, bukan mengambil alih fungsi negara," katanya.

Karena itu, Gede menilai pemberantasan begal harus dibarengi dengan penguatan penegakan hukum, pencegahan kriminalitas, dan kebijakan yang mampu meningkatkan rasa aman masyarakat.

"Negara harus menang bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kebijakan yang menghadirkan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.